Sukses

Kisah Arkeolog Inggris, Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Liputan6.com, Nazaret- Seorang arkeolog terkemuka asal Inggris mengklaim menemukan sebuah rumah masa kecil Yesus di Nazareth, Israel. Dalam sebuah ajuan kasus menarik darinya, disebut bahwa bangunan kuno yang ditemukannya terawat baik.

Bangunan dari abad pertama itu kini menjadi Sisters of Nazareth Convent, rumah untuk Biara Suster Nazareth, Israel. Di zaman modern, tempat itu diidentifikasi sebagai rumah tempat Yesus dibesarkan bersama Yusuf dan Maria di abad ke-19. Tetapi teori itu ditolak pada tahun 1930-an dan seterusnya.

Dilansir dari Russian Today, Kamis (26/11/2020), tetapi setelah 14 tahun kerja di lapangan sebagai peneliti, Ken Dark yang merupakan seorang profesor arkeologi dan sejarah di Reading University, Inggris, menemukan bahwa biara tersebut berdiri di atas tempat tinggal yang diduga Nazareth kuno adalah rumah pertama Yesus. Bongkahan bangunannya masih signifikan bertahan, termasuk tangga dari batu.

Pada masa kejayaannya di abad pertama, kemungkinan ada beberapa ruang keluarga dan tempat penyimpanan di sekitar halaman dan teras pada atap. Profesor Dark menemukan bahwa orang-orang yang ada di daerah itu percaya bahwa bangunan itu adalah rumah Yesus yang setidaknya sudah ada pada tahun 380-an.

Analisis Dark juga dikonfirmasi bahwa status bangunan itu merupakan tempat tinggal pada abad pertama.

Penyelidikan arkeolog, terhadap rumah Yesus di Nazaret, Israel dua lantai tersebut juga mengungkap bahwa ada keahlian yang sangat baik dan pemahaman tentang batuan yang dimiliki seorang tekton -  deskripsi profesi Yusuf dalam Injil Yunani, yang berarti bahwa dia bukan hanya seorang tukang kayu, tetapi juga seorang tukang batu atau tukang bangunan.

2 dari 3 halaman

Memiliki Dekorasi Mosaik dan Marmer

Pada penelitian lapangannya, Dark juga menemukan bahwa sebuah gereja gua yang dihiasi dengan mosaik dibangun di samping sisa-sisa rumah yang berdiri pada abad keempat. Di abad kelima, gereja dibangun di atas rumah dan gereja gua, dan merupakan gereja terbesar di Nazaret pada saat itu.

Gereja itu didekorasi, secara rumit dengan marmer dan mosaik. Persis seperti deskripsi pada abad ketujuh mengenai gereja Bizantium besar, yang disebutkan berdiri di situs rumah Yesus dan merupakan tujuan ziarah penting.

Pada bukunya yang berjudul “The Sisters of Nazareth Convent: A Roman-Period, Byzantine and Crusader Site in Central Nazareth," Profesor Dark menyelidiki adanya kemungkinan ingatan mengenai sejarah bangunan yang diteruskan pada abad pertama hingga abad keempat ketika gereja dibangun.

"Kesimpulan saya, dari bukti antropologi dan studi tentang tradisi secara lisan, sama sekali tidak ada alasan mengapa mereka tidak bisa mengetahuinya,” katanya.

Reporter : Romanauli Debora

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: