Sukses

Jangan Tidur dalam Kondisi Marah, 4 Hal Buruk Ini Bisa Terjadi

Liputan6.com, Jakarta - Membawa rasa amarah ke tempat tidur adalah salah satu hal yang paling menyakitkan yang dialami oleh sejumlah orang.

Banyak permasalahan yang dialami. Seperti kesal pada seseorang, tak kuat dengan cobaan yang datang bertubi-tubi adalah dua di antara banyak penyebabnya.

Namun, membawa amarah saat hendak tidur bisa menyebabkan banyak hal negatif. Bukan pada diri Anda sendiri, tetapi juga orang yang ada di sekitar Anda.

Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Selasa (15/9/2020), berikut 4 hal yang akan terjadi jika Anda tidur dalam kondisi marah:

 

2 dari 5 halaman

1. Kemarahan merusak tidur Anda

Stres dan perasaan marah bisa memicu gangguan tidur. Dalam keadaan ini tidur menjadi jauh lebih sulit.

Selain itu, tidur yang terganggu juga terbukti dapat meningkatkan kemarahan. Anda mungkin akan bangun dengan rasa kelelahan. Dalam hal ini, kemarahan menyebabkan tidur yang buruk dan tidur yang buruk menyebabkan lebih banyak kemarahan, membentuk siklus buruk yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

3 dari 5 halaman

2. Kemarahan berbahaya bagi kesehatan Anda

Para ilmuwan telah menentukan bahwa kualitas tidur memengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Biasanya, tidur bertindak sebagai "terapi dalam semalam", menstabilkan emosi kita sehingga kita dapat mengatasi perasaan menjadi lebih baik keesokan harinya.

Tetapi kemarahan dan stres yang hebat dapat merusak proses ini. Emosi negatif melepaskan hormon stres, membuat Anda lebih mudah tersinggung, dan banyak gejala yang mengkhawatirkan bisa muncul bersamaan dengan itu.

Dalam jangka panjang, itu dapat menyebabkan insomnia, tidur gelisah, dan mimpi buruk atau dalam kasus terburuk, masalah kesehatan mental, seperti depresi.

 

4 dari 5 halaman

3. Kemarahan membunuh ketulusan

Tidur dalam kondisi marah sudah pasti merusak suasana hati, tetapi juga membentuk pola yang 'beracun'. Pada akhirnya, Anda mulai mengasosiasikan waktu tidur dengan kemarahan alih-alih kenyamanan dan koneksi dengan pasangan Anda.

Dan jika ini diulangi secara teratur, itu bisa berubah menjadi kepahitan dan pada akhirnya akan menghancurkan hubungan baik antara diri Anda dengan diri sendiri atau orang lain.

 

5 dari 5 halaman

4. Berefek negatif kepada pasangan

Jika di tengah-tengah rasa emosi Anda memutuskan untuk mengambil guling dan menarik selimut Anda erat-erat, Anda mengirimkan pesan bahwa Anda memulai perdebatan.

Anda mungkin tidak mengomunikasikannya dengan sengaja, tetapi itu sering kali merupakan kesimpulannya. Cara Anda menghadapi ketidaksepakatan dapat memperkuat atau memutuskan hubungan Anda dengan pasangan.