Sukses

Ilmuwan: Bermutasi 3 Kali, Virus Corona di China Beda Jenis dengan Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona jenis baru mewabah di Wuhan, China sejak akhir Desember 2019. Virus itu ternyata merupakan mutasi kedua dari Virus Corona dan berbeda jenis dengan yang saat ini menyebar di Eropa.

Temuan itu merupakan hasil penelitian para ilmuwan di Universitas Cambridge yang sudah melacak asal mula pandemi ini. Mereka telah menganalisis 160 genom dari pasien yang terjangkit dan mengidentifikasi saat ini ada tiga varian Virus Corona, seperti dilaporkan Al Arabiya, Selasa (13/4/2020).

Ketiga jenis Virus Corona itu disebut Tipe A, B, dan C.

Ketiga jenis Virus Corona ini sudah menyebar ke seluruh dunia karena kemungkinan mereka bisa bermutasi lebih efektif di populasi tertentu, kata peneliti.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CGTN, Ahli Genetik Dr Peter Forster yang mengepalai penelitian ini mengatakan, tidak ada bukti yang menyatakan Virus Corona yang kini jadi pandemi global berasal dari Wuhan, meski pertama kali mewabah di sana.

Jenis paling awal Virus Corona baru yang oleh ilmuwan disebut Tipe A banyak ditemukan di Amerika Serikat dan Australia. Tipe ini adalah nenek moyang dari Virus Corona dan punya hubungan dekat dengan Virus Corona yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.

Virus Corona Tipe B yang banyak ditemukan di Asia Timur berasal dari mutasi Tipe A dan Tipe C adalah hasil mutasi dari Tipe B.

 

2 dari 3 halaman

Virus Corona di Eropa Bukan dari China

Para ilmuwan juga menemukan, Virus Corona yang saat ini menyebar di negara-negara Eropa sebagian besar dari Tipe C yang sama sekali tidak ditemukan di China. Virus Corona Tipe C ini banyak ditemukan di Hong Kong, Singapura, dan Korea Selatan, dan itu menandakan penyebaran di Eropa boleh jadi berasal dari ketiga wilayah itu, kata para peneliti.

"Tipe A adalah varian asal yang bisa menulari manusia. Kemudian Tipe A itu bermutasi dan berubah menjadi Tipe B. Jenis Tipe B inilah yang genom pertamanya ditemukan di Wuhan dan kemudian penyakit ini menjadi mewabah," kata Dr Forster.

"Peneliti bisa dimaklumi jika berpikir bahwa kala itu Tipe B adalah varian pertama dari Virus Corona ini, padahal bukan, masih ada Tipe A. Di Wuhan tipe A ini termasuk minoritas dan Tipe B menjadi mayoritas ketika terjadi wabah di sana. Lalu kemudian virus ini bermutasi menjadi Tipe C yang tidak ditemukan pada fase awal wabah di China. Tipe C ditemukan di luar China, misalnya yang terlihat jelas di Singapura," ungkap Dr Forster.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: