Sukses

4 Tips Tak Terduga Mengetahui Kebohongan Lewat Cara Berbicara

Liputan6.com, Jakarta- Bahasa tubuh merupakan hal yang tidak diperhatikan seseorang saat ia berbohong. Mereka biasanya hanya memfokuskan penyampaiannya pada kata-kata dan ekspresi wajah mereka.

Cara mendeteksi kebohongan bisa dilkakukan dengan membaca bahasa tubuh. Dengan begitu, dapat diketahui apakah mereka sedang jujur atau tidak. 

Namun, belum ada tanda universal yang dapat membuktikan keakuratan 100% bahasa tubuh dapat memastikan seseorang telah berbohong. 

Bright Side membagikan tips mengenai beberapa hal yang bisa diperhatikan saat seseorang sedang berbohong. Dari jeda respon hingga penyampaian secara berulang-ulang, berikut 4 tips mengetahui saat seseorang sedang berbohong ketika berbicara, seperti dikutip pada Jumat (10/4/2020):

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 5 halaman

1. Jeda Saat Bicara

Jeda saat berbicara merupakan salah satu petunjuk vokal yang paling umum untuk mengungkapkan jika seseorang sedang berbohong, jadi Anda dapat memperhatikan itu. 

Paul Ekman mengatakan dalam bukunya yang berjudul: "Telling Lies: Clues to Deceit in the Marketplace, Politics, and Marriage," bahwa saat seseorang sedang berbicara dengan Anda dan ia mengambil jeda lama atau bahkan lebih lama, ada kemungkinan bahwa mereka sedang berusaha untuk berbohong, dengan mengambil waktu untuk memikirkan apa yang harus dikatakan.

 

3 dari 5 halaman

2. Durasi Emosi

Pada biasanya, emosi hanya bertahan selama tidak lebih dari 5 detik saat seseorang sedang berbicara, menurut Paul Ekman. 

Jika seseorang mengekspresikan emosi saat ia menyampaikan sesuatu selama lebih dari 5 detik, kemungkinan besar ia sedang tidak menyampaikan perasaan yang sebenarnya.

 

4 dari 5 halaman

3. Gerakan Ekspresi Wajah

Tulusnya penyampaian emosi (perasaan)yang disampaikan seseorang saat berbicara dengan kita juga merupakan hal yang bisa kita perhatikan bila ingin mengetahui bila mereka benar- benar menyampaikan yang sebenarnya. 

Penyampaian emosi atau perasaan dikatakan tulus ketika tidak hanya satu bagian dari wajah seseorang yang berubah, demikian menurut jurnal yang ditulis oleh Paul Ekman dan Erika Rosenberg, University of California, Davis, yang berjudul: "What the Face Reveals: Basic and Applied Studies of Spontaneous Expression Using the Facial Action Coding System (FACS).

Sama hal nya dengan ekpresi lain, bila seseorang benar-benar tersenyum, mereka tidak hanya menggerakkan bibir, melainkan juga kerutan dari wajah mereka yang akan ditampilkan di dekat mata dan alis, sebagai efek dari senyuman tersebut. 

 

5 dari 5 halaman

4. Penyampaian Secara Berulang-ulang

Dalam jurnal mereka, Paul Ekman dan Erika Rosenberg juga menyampaikan bahwa kemungkinan seseorang sedang tidak menyampaikan sesuatu secara jujur juga dapat kita perhatikan saat mereka melakukan terlalu banyak pengulangan pada kata - katanya. 

Dengan mengucapkan suatu hal yang sama secara terus menerus, seseorang (kemungkinan) sedang mencoba untuk meyakinkan Anda dan diri mereka sendiri, serta mengukur dari reaksi jika Anda mempercayai apa yang mereka katakan.