Sukses

Kasus Corona COVID-19 di Wuhan Terus Turun, Status Lockdown Bakal Dicabut

Liputan6.com, Wuhan - Status lockdown di Kota Wuhan, Tiongkok, di mana kasus Virus Corona COVID-19 bermula, akan dicabut sebagian mulai tanggal 8 April 2020 mendatang.  

Pembatasan perjalanan di seluruh Provinsi Hubei, di mana kota Wuhan berada, akan dicabut mulai tengah malam pada hari Selasa bagi penduduk yang sehat.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (25/3/2020), satu kasus virus baru dilaporkan di Wuhan pada hari Selasa setelah hampir seminggu tidak ada kasus baru yang dilaporkan.

Jika Wuhan sebentar lagi akan bebas dari status lockdown, banyak negara di seluruh dunia justru kini memberlakukan status tersebut serta pembatasan yang ketat.

Misalnya Inggris, yang mulai menghadapi langkah-langkah baru untuk mengatasi penyebaran Virus Corona baru, termasuk larangan pertemuan publik lebih dari dua orang dan penutupan toko-toko yang menjual barang-barang yang tidak penting.

Wuhan telah menjadi kota mati pertama di dunia selama pandemi ini berlangsung sejak pertengahan Januari. Namun para pejabat sekarang mengatakan siapa pun yang memiliki kode "hijau" pada aplikasi kesehatan ponsel pintar yang banyak digunakan akan diizinkan meninggalkan kota itu mulai 8 April.

Itu terjadi setelah petugas kesehatan di sana mengonfirmasi bahwa mereka tidak menghitung kasus orang yang positif tetapi belum dirawat di rumah sakit atau tidak menunjukkan gejala penyakit.

Angka resmi pemerintah mengatakan ada 78 kasus baru yang dilaporkan di daratan China dalam 24 jam terakhir. Semua kecuali empat dari mereka disebabkan oleh wisatawan yang terinfeksi yang datang dari luar negeri.

Apa yang disebut "gelombang kedua" infeksi impor juga mempengaruhi negara-negara seperti Korea Selatan dan Singapura, yang telah berhasil menghentikan penyebaran penyakit Virus Corona COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir.

2 dari 3 halaman

China Akhiri Lockdown karena Corona COVID-19 Mulai Rabu 25 Maret

Mulai Rabu 25 Maret, pemerintah China akan mulai membuka lockdown di Provinsi Hubei. Kebijakan lockdown pertama kali diterapkan pada 23 Januari lalu di beberapa kota di Hubei, termasuk kota Wuhan. 

Pengumuman itu dibuat oleh Komisi Kesehatan China di Provinsi Hubei, sehingga warga boleh keluar masuk Hubei. Khusus kota Wuhan, lockdown baru berakhir pada 8 April mendatang, demikian laporan The Straits Times, Selasa (24/3/2020).

Jumlah infeksi baru di Hubei sudah tidak ada lagi sejak 19 Maret lalu. Secara keseluruhan, ada 67 ribu kasus di Hubei dan 60 ribu berhasil sembuh.

Pada 8 April mendatang, orang yang ingin keluar dari Wuhan harus tetap mengikuti aturan kesehatan yang berlaku. Jumlah pasien baru di Wuhan juga sudah tidak ada lagi dalam beberapa hari terakhir.

Pada kebijakan lockdown Hubei, ada total 60 juta yang tak bisa keluar dari provinsi itu. Pergerakan masyarakat juga dibatasi agar tidak leluasa ke luar rumah.

Pemerintahan Xi Jinping optimistis mereka sudah menjinakan penyebaran COVID-19 di China. Pada 10 Maret lalu, Presiden Xi telah mengunjungi Wuhan untuk pertama kalinya.

Rumah sakit darurat sempat dibangun di kota Wuhan juga sudah tutup karena berkurangnya pasien baru. Dokter-dokter yang diimpor dari provinsi lain di China akhirnya pulang ke daerah masing-masing.

Transportasi umum di Hubei juga ditutup dan mereka yang punya kendaraan pribadi juga tak boleh bebas berpergian. Ratusan WNI sempat terjebak hingga akhirnya dijemput pemerintah. 

Saat ini, kebijakan lockdown sedang dicontoh banyak negara, termasuk Malaysia, Filipina, dan Italia yang punya jumlah kematian yang tinggi di Eropa. Dokter China juga sudah bertolak ke Italia untuk membantu, namun pihak China menyayangkan lockdown di Italia yang kendor.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Singapura Beri Bantuan 4 Unit Thermal Scanner untuk Batam
Artikel Selanjutnya
Kasus Corona COVID-19 Kian Melonjak, India Lockdown 21 Hari