Sukses

Ini Upaya Singapura Melawan Penyebaran Virus Corona COVID-19, Patut Ditiru

Liputan6.com, Singapura - Singapura adalah negara di dunia yang menjadi salah satu pusat transit tersibuk di dunia. Salah satunya adalah aktivitas transit bagi penumpang yang menggunakan pesawat.

Oleh karenanya, Negeri Singa tersebut sangat rentan terhadap penyebaran virus yang ditularkan lewat aktivitas manusia.

Dalam mengatasi Virus Corona yang saat ini tengah menjadi ancaman masyarakat dunia, Pemerintah Singapura telah melakukan antisipasi. Agar kejadian di masa lampau (penyebaran virus SARS) tidak kembali berulang.

"Bentuk perlawanan kami terhadap COVID-19 adalah upaya nasional, yang dikoordinasi oleh Satuan Tugas Multi-Kementerian (MTF). MTF didirikan pada 22 Januari 2020, sebelum ditemukannya kasus infeksi (Virus Corona) pertama kami," kata Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Nayar dalam bincang media di kantor Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, JL HR Rasuna Said Kuningan Jakarta, Senin (2/3/2020).

"Ketika situasinya meningkat, kami segera melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko kasus penyebaran, mendeteksi kasus lebih awal, dan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus di Singapura," tambah pernyataan pihak Singapura.

Pihak berwenang Singapura juga menekankan bahwa pencegahan adalah prioritas utama.

"Jumlah kasus di Singapura terlihat tinggi karena kami mencoba setiap tindakan yang mungkin dilakukan dan berusaha keras untuk mendeteksi setiap kasus," kata Anil.

Sejauh ini WHO memuji upaya Singapura untuk menemukan setiap kasus, menindaklanjuti dengan kontak dan menghentikan transmisi. Harvard University juga mengakui kemampuan Singapura sebagai Gold Standart atau standar tinggi untuk deteksi kasus Virus Corona.

Di satu sisi Pemerintah Singapura juga menyampaikan bahwa masyarakatnya telah teredukasi dengan baik. Untuk terus menjaga pola hidup yang baik serta higienis.

2 dari 2 halaman

Singapura Tetap Aman Untuk Lokasi Bisnis

Banyaknya kasus Virus Corona yang penyebarannya terjadi di dalam wilayah negara Singapura, membuat pemerintah menetapkan status waspada yang lebih tinggi lagi. Pada Jumat 7 Februari 2020, dengan menggunakan sistem Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON), statusnya yang sebelumnya level kuning kini berubah menjadi oranye.

Meski menghadapi kondisi seperti ini, Singapura tetap meyakinkan masyarakat dunia bahwa negaranya aman untuk dikunjungi atau untuk berbisnis.

"Kami tetap terbuka untuk urusan bisnis, saat kami mengambil tindakan pencegahan tambahan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk kesehatan publik yang lebih baik."

 

Pentingnya Tranparansi

 

Anil mengatakan pemerintah Singapura mengadopsi pendekatan yang transparan dan rasional dalam menangani kasus wabah Virus Corona. "Kami berbagi informasi secara tepat waktu dan transparan dengan pemangku kepentingan domestik dan internasional."

Setiap hari pemerintah Singapura memberitahukan informasi terbaru dari penyebaran kasus virus Corona. Mulai dari informasi terbaru jumlah penderita yang terkena Covid-19, siapa saja yang kontak dengan penderita hingga memantau tempat tinggal perumahan warga yang ada kasus Covid-19.

Dijelaskan juga bahwa saat ini setiap negara tetap rentan terhadap epidemi dan kedaruratan, mengingat ketidaksempuranaan sistem kesehatannya.

"Dengan demikian, kita semua memiliki peran dalam masalah kesehatan global saat ini, karena virus ini tidak dapat menembus batas negara, nasional atau ras."

Pemerintah Singapura juga menekankan bahwa pihaknya akan selalu berkerjasama dengan WHO dalam mengatasi wabah ini sehingga dapat dihentikan. Anil juga mengingatkan pentingnya pemerintah Indonesia memberikan informasi setransparan mungkin seperti yang sudah dilakukan negaranya. Singapura terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk meminimalisir penyebaran virus Corona. Karena transparasi ini diperlukan untuk koordinasi dengan negara-negara tetangga.