Sukses

RI-Italia Tukar Pengetahuan Soal Konservasi Warisan Budaya

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia, Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia bekerja sama dengan Institut Kebudayaan Italia di Jakarta mengadakan acara seminar "Konservasi dan Valorisasi Warisan Budaya dalam Model Italia" di Galeri Nasional Indonesia, Rabu (19/2/2020).

Seperti yang disampaikan oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia Vittorio Sandalli, tema peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia merupakan gabungan dari nilai seni, budaya, serta ilmu pengetahuan.

Ia juga mengatakan dalam sambutannya bahwa hal ini dilakukan tidak hanya untuk memelihara kenangan, tetapi juga untuk memperluas wawasan dari sejarah nasional. 

"Italia akan bertukar pengetahuan dengan Indonesia hari ini, yang mungkin juga bisa diterapkan di Indonesia dan saya menantikan kerjasama kedua negara untuk proyek mendatang," jelasnya.

Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mengembangkan kolaborasi yang luar biasa dalam mendukung pelatihan di berbagai bidang dan misi arkeologi bersama Indonesia.

Mengingat warisan budaya Indonesia yang luas dan melimpah, acara seminar ini diyakini menjadi sebuah peluang baru guna pertukaran dan perencanaan bersama dalam jangka menengah dan panjang yang diharapkan dapat terwujud.

Seminar yang digagas kedutaan Italia di Jakarta ini bertujuan tepatnya untuk melihat nilai penting terkait mendasarnya perlindungan dan valorisasi warisan budaya untuk melestarikan memori komunitas nasional dan wilayah, serta untuk mempromosikan pengembangan budaya.

Penting bagi Indonesia untuk memahami gaya dan teknik dari konservasi. Pada waktu yang akan datang, diperlukan juga pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan kualitas pemulihan sebuah karya seni.

2 dari 3 halaman

Pameran Lukisan Leonardo da Vinci Sebagai Rangkaian Acara

Sebagai rangkaian kegiatan kelanjutan dari kolaborasi budaya, telah diresmikan pameran bertajuk Leonardo Opera Omnia di Museum Mandiri pada 5 Februari 2020.

Melalui pameran tersebut, para pengunjung dapat mengamati hasil reproduksi lukisan karya Leonardo da Vinci. Pameran ini menampilkan sebanyak 17 karya reproduksi Leonardo da Vinci, termasuk lukisan Mona Lisa dan The Last Supper dalam bentuk penggambaran digital.

Sejarawan seni spesialisasi gambar dan lukisan antik Marco Riccómini mengatakan, "Saya telah mengunjungi pameran Leonardo di Museum Mandiri dan itu luar biasa. Seluruh lukisan ditampilkan dalam bentuk life size sehingga Anda tidak bisa membedakan apakah itu lukisan hasil reproduksi atau lukisan asli."

Pameran tersebut menjadi sebuah kesempatan yang tidak hanya untuk mengagumi keindahan dan keharmonisan seluruh karya, tetapi juga untuk merefleksikan pentingnya aset budaya bagi suatu negara.

Budaya dan sejarah menjadi sumber daya potensial jika digabung bersamaan dengan pembangunan berkelanjutan, ekonomi, inklusi sosial, serta keseimbangan ekologis.

Sementara pada 2019, Kedutaan Besar Italia dan Institut Kebudayaan Italia Jakarta telah menyelenggarakan serangkaian acara untuk merayakan 70 tahun hubungan bilateral Italia-Indonesia. 

Serangkaian acara itu merupakan upaya untuk meningkatkan intensitas dan kualitas kerja sama antara Italia-Indonesia di berbagai bidang, salah satunya termasuk budaya.

 

Reporter: Jihan Fairuzzia 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: