Sukses

Polisi Larang Demonstrasi Perubahan Iklim Berkelanjutan di Inggris

Liputan6.com, Jakarta - Polisi Inggris memerintahkan aktivis perubahan iklim Extinction Rebellion untuk menghentikan demonstrasi mereka segera pada Senin (14/10/2019) malam waktu setempat. Bila tak membubarkan diri, polisi akan melakukan penangkapan paksa. 

Polisi mengeluarkan larangan di seluruh London bagi protes perubahan iklim kelompok Pemberontak Kepunahan. 

Polisi Metropolitan mengatakan bahwa siapa pun yang mengabaikan larangan tersebut akan ditahan dan menghadapi penuntutan, seperti dilansir bbc.com

"Setiap majelis yang terkait dengan Extinction Rebellion 'Pemberontakan Musim Gugur' ... sekarang harus menghentikan protes mereka di London," kata polisi Inggris. 

Hal tersebut merupakan upaya untuk menghentikan unjuk rasa berkelanjutan yang disebut "gangguan serius yang berkelanjutan pada masyarakat." 

Aktivis yang berada di Trafalgar Square diperintahkan untuk memindahkan tenda-tenda pengunjuk rasa. Tak hanya itu, mereka pun diminta untuk membersihkan daerah tersebut. 

Sementara itu, Extinction Rebellion Cabang London menyatakan tindakan polisi tersebut sebagai "kekejaman/penghinaan".

2 dari 4 halaman

Perintah Pemindahan

Sejumlah demonstrasi dilakukan di seluruh ibu kota oleh kelompok Extinction Rebellion. Mereka menyerukan pada pemerintah untuk berbuat lebih dalam mengatasi perubahan iklim.

Dikutip dari cnbc.com, sebelum diperintahkan pergi, ratusan pengunjuk rasa telah menargetkan Kota London. Bahkan, hingga memblokade persimpangan di luar Bank of England.

Polisi Metropolitan mengatakan ada 1.445 penangkapan jam 2 siang. 76 orang di antaranya didakwa dengan pelanggaran kerusakan kriminal dan penyumbatan/blokade jalan raya.

Sementara itu, Wakil Asisten Komisaris Polisi Metropolitan, Laurence Taylor larangan diberlakukan untuk pengunjuk rasa karena telah melakukan pelanggaran. Demonstran melanggar Undang-Undang Ketertiban Umum. 

"(Protes di kota menyebabkan) gangguan lebih lanjut pada orang-orang serta bisnis setempat," kata Laurence. 

"Operasi kepolisian berlanjut, dan kami akan terus mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terlibat dalam protes yang melanggar hukum di lokasi yang ditargetkan oleh Extinction Rebellion," tambahnya.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa sudah diperingatkan polisi untuk melakukan protes hanya di Trafalgar Square. Atau, menerima risiko ditangkap jika tidak diindahkan.

Namun, pada Senin malam polisi mulai memindahkan pengunjuk rasa dari situs tersebut.

Empat orang yang mengunci diri bersama di dalam "rumah" yang disebut tenda perdamaian dikeluarkan dari kunci mereka dengan mesin oleh polisi setempat.

3 dari 4 halaman

Blokade Kantor dan Jalanan

Sementara itu, pengunjuk rasa Extinction Rebellion sempat memblokade kantor BBC di London, Inggris pada Jumat 11 Oktober 2019 pagi waktu setempat. 

Mereka berkumpul di depan kantor sembari meneriakkan protes atas perubahan iklim yang terjadi. "BBC, tidak bisakah kau lihat, ini darurat," kata kerumunan demonstran. 

Pekerja di kantor pusat dilaporkan tidak bisa masuk. Hal itu karena kelompok tersebut berdiri di depan pintu masuk sambil mengibarkan spanduk dan bendera, seperti dilansir thesun.co.uk

Berdasarkan laporan, BBC tidak mengizinkan siapapun masuk atau keluar dari gedung kantor. Seorang juru bicara BBC mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui protes yang terjadi saat dihubungi media Inggris, The Sun.

Sekitar 40 orang membawa 'peperangan' demonstran ke Beeb (sebutan untuk BBC) pagi ini. Disertai spanduk bertuliskan "Planet Before Profit" dan "This is an emergency".

Sementara itu, hari ini menandai hari kelima demonstrasi kelompok perubahan iklim. Bertepatan dengan pengunjuk rasa melanjutkan dua minggu pembangkangan sipil di Inggris. 

Para pengunjuk rasa sudah berkemah pada jalan-jalan di sekitar Parliament Square dan Whitehall sejak Senin. 

Mereka menyerukan tindakan segera terhadap perubahan iklim serta satwa liar. Bahkan, mereka menyita delapan truk bermuatan hingga 10 ton, berisi generator, sumber listrik, toilet, tenda, dan peralatan tidur.

 

Reporter: Hugo Dimas

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Dirundung Skandal, Pangeran Andrew Mundur dari Tugas Kerajaan Inggris
Artikel Selanjutnya
Terkuak, Backpacker Wanita Tewas Saat Bercinta Miliki Ketertarikan BDSM