Sukses

Tragedi 9/11 hingga Petak Umpet Bulan, 5 Foto Menakjubkan dari Angkasa Luar

Liputan6.com, Jakarta - Angkasa luar bisa menjadi tempat yang menakjubkan bagi pecinta astronomi dan antariksa. Beberapa gambar terkait sejumlah penampakan peristiwa di Bumi atau di ruang angkasa telah dirilis agensi-agensi terkait.

Space.com yang mengulas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan angkasa luar, mempublikasikan banyak potret dari serangkaian penemuan dan kejadian.

Berikut 5 gambar yang diabadikan dari angkasa luar, yang dirangkum dari laman On This Day di Space.com, Selasa (17/9/2019). 

2 dari 7 halaman

1. 9/11

Rabu, 11 September 2019: Setelah serangan teror 11 September 2001 di Kota New York, satelit Landsat 7 dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menangkap 'pemandangan' ini dari angkasa luar.

Dalam gambar tersebut, yang diperoleh dari instrumen Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) pada 12 September 2001, gumpalan asap tampak mengepul dari Manhattan, tempat World Trade Center dihancurkan.

3 dari 7 halaman

2. Bulan Petak Umpet dengan Bumi

Selasa, 30 Juli 2019: "Selamat pagi dari Stasiun Angkasa Luar Internasional!", kata astronaut NASA Nick Hague yang mengetwit sebuah foto Bulan hampir purnama di belakang Bumi.

Segumpal awan lembut menutupi bawah ISS. Beberapa gunung yang tertutup salju dapat juga terlihat dalam potret tersebut.

4 dari 7 halaman

3. Jovian Abyss

Selasa, 11 Juni 2019: Pesawat ruang angkasa NASA, Juno, menemukan lubang berwarna gelap di tengah pusaran awan di atmosfer Jupiter. Noktah hitam, yang terletak di aliran jet Jovian, dikelilingi oleh awan tebal dan tampak lebih terang saat berputar di bawah sinar matahari.

Juno menangkap gambar di atas pada 29 Mei 2019 ketika pesawat ruang angkasa ini berada sekitar 9.200 mil (14.800 kilometer) di atas puncak awan Jupiter.

5 dari 7 halaman

4. Kawah Jezero: Situs Pendaratan untuk Misi Mars 2020

Senin, 20 Mei 2019: Sebuah gambar berwarna dari Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA menampilkan Jezero Crater, sebuah hamparan danau kuno di Planet Merah di mana NASA berencana untuk mendaratkan robot penjelajah berikutnya pada 2020.

Dinamakan Mars 2020, rover ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada musim panas mendatang dan bakal menginjakkan kakinya di kawah selebar 28 mil (45 kilometer) tersebut pada Februari 2021.

Data spektral dari instrumen pencitraan MRO mengungkapkan, sedimen di area itu kaya dengan mineral, yang menunjukkan perubahan kimia oleh air, kata pejabat NASA dalam deskripsi gambar.

6 dari 7 halaman

5. Awan Noctilucent

Selasa, 17 September 2019: Lapisan tipis awan mesosfer menerangi atmosfer Bumi dalam foto di atas, yang diambil dari Stasiun Angkasa Luar Internasional.

Astronaut dari European Space Agency (ESA), Luca Parmitano, mengunggah gambar itu dari angkasa luar: "Awan mesosfer menyemburat ketika matahari terbenam, di selatan Samudera Hindia."

Awan mesosfer, juga dikenal sebagai awan noctilucent, terbentuk 47 hingga 53 mil (76 hingga 85 kilometer) di atas permukaan Bumi, suatu ketinggian tempat uap air dapat membeku menjadi awan kristal es.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kejengkelan Vladimir Putin Soal Korupsi di Markas Program Antariksa Rusia
Artikel Selanjutnya
780 Hari Melayang Tak Jelas di Antariksa, Pesawat X-37B Akhirnya Balik ke Bumi