Sukses

Sudut Seni Budaya Sunda Berdiri di Pusat Kebudayaan di Inggris

Liputan6.com, London - Menguatnya minat masyarakat Inggris belajar seni budaya Sunda segera ditangkap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam waktu yang sangat singkat, harapan masyarakat Inggris untuk memiliki sudut budaya Sunda di Inggris telah terwujud.

Di South Hill Park Arts Centre (SHPAC), Bracknell, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan dan sekaligus meresmikan sudut budaya Sunda ini pada Minggu, 20 Juli 2019.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil ini, menyerahkan perangkat musik degung, angklung, tarawangsa, dan beberapa pasang pakaian adat Sunda kepada Craig Titley, Dirut SHPAC.

Dalam acara yang dipandu oleh pegiat seni-budaya Sunda asal Inggris, Simon Cook, ini turut menyaksikan adalah Walikota Bogor Bima Arya, Asda 2 Jawa Barat, Kadisbudpar Jawa Barat, dan anggota rombongan lainnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat dari kota Bracknell, termasuk Walikota Bracknell Pauline McKenzie dan Wakil Walikota Bracknell, para anggota Dewan Kota Bracknell, Ketua dan para anggota Dewan Penyantun SHPAC.

Sementara itu, dari Kedutaan Besar Republik Indonesia tampak hadir Wakil Dubes Adam M Tugio yang mewakili Duta Besar dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London, E. Aminudin Aziz.

Saat menyambut kehadiran rombongan Gubernur Jabar dan para tamu undangan, Craig Titley menyampaikan bahwa SHPAC sangat merasa terhormat untuk menjadi rumah bagi pengembangan seni-budaya Sunda di Inggris.

Pusat seni dan pertunjukan di kota Bracknell ini setiap tahun mengadakan lebih dari 200 pertunjukan dari berbagai genre dan dikunjungi tidak kurang dari 200 ribu orang setiap tahunnya.

"Inisiatif yang dibuat oleh Kedutaan Republik Indonesia di Inggris sangat kami apresiasi dan ini akan menjadi titik tonggak perkembangan budaya Sunda lebih cepat di masa yang akan datang. Ditambah lagi, kehadiran seniman Sunda atas bantuan pemerintah Jawa Barat dan pihak KBRI yang siap membantu proses pengembangannya," tutur Craig.

2 dari 3 halaman

Dukungan KBRI London

Mewakili KBRI London, Wakil Dubes Adam M Tugio menyatakan bahwa pihak KBRI akan terus memfasilitasi setiap inisiatif yang akan mengokohkan kerja sama kedua negara.

"Diplomasi kebudayaan merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk bisa masuk ke dalam kerangka besar diplomasi negara. Seni-budaya Sunda di Inggris telah menjadi bagian dalam setiap upaya KBRI London dalam merajut kekuatan diplomasi itu sendiri," papar Adam Tugio dalam sambutannya.

Setakat ini, lanjutnya, dukungan penyelenggaraan diplomasi melalui elemen kebudayaan Indonesia di Inggris Raya mendapat banyak dukungan dari berbagai lembaga di tanah air, baik melalui pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Koordinasi oleh kantor Atdikbud KBRI London telah berjalan sangat baik dan membuahkan hasil yang bisa dirasakan banyak pihak. Oleh karena itu, menurut Adam, dukungan dari Pemrov Jabar melalui hibah perangkat seni-budaya Sunda kepada SHPAC Bracknell akan menjadi simpul baru pengembangan seni-budaya Indonesia di Inggris Raya.

Dalam kesempatan yang sama, Atdikbud KBRI London menyatakan ada tiga butir penting dalam kaitan peresmian sudut budaya Sunda di Bracknell ini. Pertama, sebagai penduduk kedua terbesar di Indonesia, masyarakat Sunda sudah selayaknya terwakili dalam peta budaya Indonesia di Inggris.

"Sejauh ini, kalau bicara tentang seni-budaya Indonesia, maka masyarakat Inggris baru menunjuk kepada budaya Jawa dan Bali. Padahal, budaya Indonesia sangatlah beragam dan banyak sekali," tutur Aminudin.

Di sisi lain, menurut Aminudin, setakat ini sudah ada embrio seni-budaya Sunda di Inggris, walaupun belum besar. Sehingga perlu penguatan khusus dari dan oleh masyarakat Sunda itu sendiri. Secara kebetulan, Pemprov Jabar mampu melihat peluang ini dan menangkapnya secara cepat.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
PM Inggris Akan Minta Donald Trump Tak Tingkatkan Perang Dagang dengan China
Artikel Selanjutnya
Sempat Ditahan China, Staf Konsulat Inggris Telah Kembali ke Hong Kong