Sukses

Korban Jiwa Banjir Bandang di Nepal-India Terus Bertambah, Kini Jadi 88 Orang

Liputan6.com, Bihar - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di kawasan Nepal dan India akhir pekan ini meningkat menjadi 88 orang.

Selain itu, puluhan ribu warga lokal lainnya mengungsi sejak bencana yang dipicu oleh angin muson di kawasan Asia Selatan menerjang pekan lalu.

Setidaknya 64 orang tewas di Nepal, dengan 31 orang lagi dilaporkan hilang. Sementara lebih dari 2.500 orang diselamatkan, kata Kementerian Dalam Negeri Nepal, dilansir CNN pada Senin (15/7/2019).

Upaya pencarian dan penyelamatan telah ditingkatkan, dengan berbagai lembaga federal, Tentara Nepal, dan pasukan paramiliter dimobilisasi.

Di negara tetangga India, 14 orang tewas di negara bagian Bihar di timur laut, yang terletak di perbatasan India - Nepal.

Korban tewas di sana "pasti akan meningkat," kata Pratyaya Amrit, seorang pejabat senior di Departemen Manajemen Bencana Bihar. Ia juga memperkirakan, usai air banjir yang menerjang surut, kerusakan sebenarnya bisa ditaksir.

2 dari 3 halaman

19,6 Juta Orang Diperkirakan Terdampak

Sebanyak 19,6 juta orang di 12 distrik telah terkena dampak banjir bandang, dengan tim bantuan bencana nasional dan negara dikerahkan di wilayah tersebut --tambah Pratyaya Amrit, seorang pejabat senior di Departemen Manajemen Bencana Negara Bagian Bihar, India.

Gambar-gambar yang beredar di sosial media, menunjukkan jalan dan area di lokasi seperti Lembah Kathmandu di Nepal hingga Kawasan Terai di India terendam banjir serta genangan lumpur.

Sejumlah warga dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka, mengungsi ke tingkat atas atau atap. Beberapa dilaporkan berusaha menyelamatkan diri ke titik evakuasi, menerjang banjir sedada dengan barang bawaan di atas kepala mereka.

Seementara di Nepal, sekitar 16.520 rumah tangga telah mengungsi, kata Kementerian Dalam Negeri. Tim penyelamat telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di area-area kritis.

3 dari 3 halaman

Imbau Selalu Waspada

Departemen hidrologi dan meteorologi negara itu mendesak warga untuk memantau kenaikan permukaan air, dan segera pindah ke tempat yang lebih tinggi bila diperlukan.

Gopal Adhikari, kepala pejabat distrik Siraha, salah satu daerah yang paling terkena dampak di Nepal, mengatakan sebagian besar wilayahnya masih tergenang banjir.

"Orang-orang yang terkena dampak telah dipindahkan ke sekolah-sekolah dan rumah-rumah terdekat," kata Adhikari.

Jumlah pasti yang terpaksa meninggalkan rumah mereka tidak diketahui, tambahnya.

Ajay Shah Shiwali, warga Janakpur, di Nepal selatan, mengatakan hujan telah berhenti untuk saat ini dan upaya penyelamatan sedang berlangsung.

"Ketinggian air surut di kota Janakpur, tetapi tinggi permukaannya cukup tinggi di daerah pedesaan," ujarnya.

Saat ini, lebih dari 1.100 orang telah berhasil dievakuasi dari daerah banjir di Nepal.