Sukses

4 Manusia Ini Hidup di Pohon, Salah Satunya Ada Suku dari Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Dalam hidup, kita sering mendengar istilah kebutuhan primer yang terdiri dari sandang, pangan dan papan. Sebagai manusia kita sangat memerlukan ketiga hal tersebut untuk kelangsungan hidup.

Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia. Papan atau rumah adalah salah satu dari tiga yang sangat dibutuhkan.

Namun karena sejumlah alasan, ada manusia yang tidak tinggal di rumah pada umumnya, melainkan tinggal di pohon.

Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Senin (27/5/2019) berikut 4 orang yang tinggal di pohon:

2 dari 5 halaman

1. Julia Butterfly Hill

Pada tahun 1997, Julia Butterfly Hill memanjat ke puncak pohon kayu berusia 1.000 tahun yang tingginya 55 meter.

Dia nekat memanjat pohon yang dikenal berbahaya itu untuk duduk di sana selama satu minggu. Hal tersebut ia lakukan untuk memprotes penebangan habis-habisan hutan redwood.

Karena keinginannya tidak di tanggapi, akhirnya ia berada di atas pohon selama 738 hari sebelum akhirnya kembali menyentuh tanah. Keinginannya agar pemerintah melindungi hutan pun akhirnya didengar.

Lewat cara itu pula, Julia Butterfly Hill menginspirasi para aktivis di seluruh dunia.

3 dari 5 halaman

2. Suku Korowai

Di Papua, Indonesia, ada suku yang tinggal di atas pohon dan hidup terisolasi dari masyarakat kebanyakan.

Konon, suku ini tak hanya tinggal di pohon tetapi juga mempraktikan hidup kanibalisme. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Ndeiram Kabur, Papua.

Kebanyakan aksi kanibalisme yang mereka lakukan itu karena alasan balas dendam. Banyak manusia yang datang dari luar dianggap mengganggu sehingga mereka akan menghabisi orang asing yang datang ke sana.

4 dari 5 halaman

3. Mick Dodge

Mick Dodge adalah seorang pria yang tinggal di tunggu pohon besar di sebuah hutan lebat. Mick menjalani segala hidupnya di hutan. Ia mengucapkan salam perpisahan kepada semua orang dan semua alat-alat dengan segala kecanggihan.

Ia sempat dijuluki sebagai 'The Barefoot Sensei' oleh banyak orang karena berjalan tanpa alas kaki selama beberapa dekade. Hal itu ia lakukan karena percaya, dengan berjalan kaki akan membuatnya terhubung dengan alam.

Atas segala hal yang ia lakukan, Mick berhasil menarik perhatian National Geographic Channel yang merekam kehidupan sehari-harinya di hutan.

5 dari 5 halaman

4. Njuguna Ng'ang'a

Selama empat tahun, Njuguna Ng'ang'a dari Kenya menjalani hari-harinya di naungan batang pohon karena ia tidak punya tempat lain untuk pergi.

Dia berkata, "Hidup mengantarku ke sini."

Alasan utama mengapa ia tinggal di pohon lantaran tidak ada bantuan dari pemerintah untuk lansia seperti dirinya.

Setelah bertahun-tahun tinggal di pohon akhirnya ia ditemukan oleh seorang siswa muda. Penduduk yang mengetahui hal tersebut datang untuk memberikan bantuan pada pria itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penelitian: Pendingin Udara Dapat Digantikan oleh Pohon