Sukses

Korea Utara Dilanda Kekeringan Terparah dalam 4 Dekade

Liputan6.com, Seoul - Korea Utara mengatakan negara itu menderita kekeringan terparah dalam hampir empat dekade, di tengah kekhawatiran tentang krisis pangan di negara itu.

Kantor berita resmi Korea, Korean Central News Agency, seperti dikutip dari Time.com, Kamis (16/5/2019) mengatakan pada hari Rabu bahwa rata-rata 54,4 milimeter (2,1 inci) hujan turun di seluruh negeri dalam lima bulan pertama tahun ini. Itu merupakan level terendah sejak 1982.

Kekeringan yang melanda Korea Utara tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Mei.

Awal bulan ini, badan urusan makanan PBB mengatakan dalam penilaian bersama bahwa sekitar 10 juta orang di Korea Utara menghadapi "kekurangan pangan yang parah" setelah negara itu memiliki salah satu panen terburuk dalam satu dekade.

Pada bulan Februari, duta besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kim Song, bahkan mengeluarkan permohonan yang tidak biasa untuk bantuan pangan mendesak.

Pyongyang mengatakan kepada PBB bahwa mereka menghadapi kekurangan 1,4 juta ton dalam produksi pangan tahun ini, termasuk tanaman padi, gandum, kentang, dan kedelai.

PBB memperkirakan bahwa 10,3 juta orang --hampir setengah dari populasi Korea Utara-- sangat membutuhkan makanan saat ini, karena penurunan tajam dalam produksi pangan. Diperkirakan 40 persen masyarakat di negara tersebut kekurangan gizi.

"Pemerintah telah meminta bantuan dari organisasi kemanusiaan internasional yang hadir di negara itu, untuk mengatasi dampak dari situasi keamanan pangan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

"Badan-badan PBB mengadakan pembicaraan dengan Pyongyang untuk mengambil tindakan dini guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan," katanya.

2 dari 2 halaman

Memotong Jatah Bantuan Harian untuk Warga

Disebutkan bahwa produksi pangan Korea Utara pada tahun lalu adalah 4,951 juta ton, turun 503.000 ton dari 2017.

PBB mengkonfirmasi angka-angka ini sebagai data resmi pemerintah Pyongyang yang diberikan pada akhir Januari lalu.

Korea Utara mengatakan akan mengimpor 200.000 ton makanan dan memproduksi sekitar 400.000 ton bibit tanaman.

Tetapi karena belum menemukan solusi tercepat untuk mengakomodirnya, maka pemerintah setempat memotong jatah bantuan pangan harian hingga 300 gram per orang, mulai Januari ini, dari sebelumnya sebesar 550 gram per kepala.

Rilis memo dua halaman tak bertanggal oleh misi Korea Utara ke PBB, dilakukan menjelang pertemuan puncak kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un, pada pekan depan di Vietnam.

Loading
Artikel Selanjutnya
Korea Utara Desak AS untuk Mengembalikan Kapal Kargo The Wise Honest
Artikel Selanjutnya
Kapal Kargo Korea Utara yang Disita AS Telah Tiba di Samoa Amerika