Sukses

Tidur Cukup Tapi Masih Lelah? Waspada Anda Menderita 5 Penyakit Ini

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang sering merasakan lelah yang berarti setelah bekerja seharian. Sebagian dari mereka, bahkan tetap capek setelah tidur yang cukup di malam hari.

Jika Anda salah satunya, penting untuk mengetahui alasan datangnya rasa lelah secara terus menerus, meski telah beristirahat.

Sebuah artikel Bright Side, dikutip pada Kamis (25/4/2019) mengatakan, rasa lelah yang berarti merupakan tanda tubuh manusia sedang tidak dalam kondisi fit. Bahkan, bisa menjadi tanda kita terserang lima penyakit berikut.

2 dari 7 halaman

1. Anemia

Jika Anda sering mengalami kelelahan secara terus menerus dan susah hilang, bisa jadi Anda mengalami anemia. Artinya, tubuh Anda kekurangan zat besi yang berperan penting dalam produksi sel darah merah yang sehat.

Gejala lain jika Anda memiliki anemia adalah kulit pucat dan kekuningan, sesak napas, dan nyeri otot.

Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti daging sapi atau kambing, kacang merah, bayam, brokoli, tahu, dan cokelat hitam (dark chocolate).

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

3 dari 7 halaman

2. Diabetes

Kelelahan yang sering muncul secara konstan juga bisa menjadi gejala diabetes.

Terdapat dua jenis diabetes, tipe satu dan dua. Tipe 1 diabetes terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang, kemudian menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulit. Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat.

Sementara itu, diabetes tipe 2 disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Diabetes jenis ini relatif lebih sering terjadi.

Gejala lain diabetes adalah turunnya berat badan tanpa sebab, pandangan kabur, luka sering sembuh, serta mengalami infeksi pada bagian tubuh tertentu.

4 dari 7 halaman

3. Hipotiroidisme

Jika Anda sering merasa lelah, bisa jadi ada yang salah dengan kelenjar tiroid Anda.

Tubuh Anda mungkin memproduksi hanya sedikit hormon tiroid yang bertanggung jawab untuk energi dan fungsi tubuh.

Jika kelenjar tiroid rusak, proses-proses yang terjadi pada organisme akan melambat. Sebagai hasilnya, akan sering merasa lelah.

Gejala lain jika Anda mengalami hipotiroidisme adalah bertambahnya berat badan secara mudah, otot yang lemah, dan depresi.

5 dari 7 halaman

4. Penyakit Alzheimer

Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa kantuk mungkin merupakan gejala penyakit Alzheimer.

Menurut mereka, terdapat hubungan antara kantuk di siang hari dan akumulasi beta-amiloid di otak. Akumulasi seperti itu terjadi dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

Dengan demikian bisa jadi rasa capek dan lunglai yang terus menerus merupakan gejala awal penyakit ini, menurut laman Bright Side.

Gejala lain Alzheimer adalah apatis, kehilangan ingatan jangka pendek, dan cepat marah.

6 dari 7 halaman

5. Sindrom Kaki Gelisah

Restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah (atau juga dikenal sebagai penyakit Willis-Ekbom) adalah suatu kondisi sistem syaraf yang dapat menyebabkan Anda menggerakkan kaki secara terus menerus saat tidur.

Keadaan itu dapat mengganggu kualitas tidur Anda. Sehingga Anda akan lebih mudah capek.

Beberapa gejala yang lain sindrom ini adalah kesemutan di kaki dan tangan, serta rasa sakit di kaki dan lengan yang sering dirasakan.

7 dari 7 halaman

Yang Perlu Diperhatikan

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dan membuat diagnosis sendiri. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur kesehatan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penyakit Alzheimer, Penyebab dan Gejala Serta Bedanya dengan Demensia
Artikel Selanjutnya
Saat Polisi Kirim Ambulans untuk Membantu Pasien Diabetes