Sukses

Ngeri, Berikut 5 Kisah Mencengangkan Tentang Senjata Nuklir

Liputan6.com, Jakarta - Ketika umat manusia pertama kali menciptakan senjata nuklir, dunia internasional segera mengambil langkah cepat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Bahkan sekali pun negara-negara yang tergabung dalam Dewan Keamanan PBB.

Mereka mengambil sejumlah tindakan pencegahan dan memastikan agar senjata pemusnah massal itu tidak pernah bisa digunakan secara tidak patut. Meski demikian, banyak negara yang masih mengembangkan nuklir secara berkelanjutan, meski mengklaim tujuannya berbeda.

Namun tahukah Anda bahwa apa pun maksudnya, nuklir adalah sesuatu yang amat menakutkan, yang hanya bisa mengacaukan dunia.

Berikut 5 kisah mencengangkan tentang senjata tersebut, seperti dikutip dari situs Cracked, Jumat (1/3/2019).

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 6 halaman

1. Penjagaan Situs Nuklir di Rusia Tidak Seketat Ladang Kentang

Pada tahun 1991, ketika Uni Soviet runtuh, ekonomi Rusia beralih dari "komunis" menjadi "mengambil apa pun yang masih utuh." Perubahan ini memiliki beberapa efek negatif pada penyimpanan nuklir Negeri Beruang Merah.

Pada pertengahan tahun 90-an, seorang pejabat Rusia yang menyelidiki pencurian uranium yang sangat tinggi dengan mengatakan, "Bahkan kentang mungkin dijaga lebih ketat pada hari ini daripada bahan radioaktif."

Insiden itu terjadi pada 1993 di sebuah galangan kapal yang dinilai aman, di dekat Murmansk. Seorang maling telah memanjat melalui salah satu dari beberapa lubang di pagar kayu, dan kemudian menggunakan gergaji besi untuk memotong gembok, lalu mencuri tiga rakitan bahan bakar uranium yang sangat aktif --bahan bakar radioaktif intens yang digunakan untuk menggerakkan kapal selam tenaga nuklir.

Sementara itu, Rusia masih menempati urutan ke-18 dari 24 negara dalam hal keamanan nuklir. Bahan-bahan nuklir di pasar gelap terus bermunculan dengan satu sumber yang bisa dideteksi.

3 dari 6 halaman

2. Keputusan Pemimpin Negara

Menggunakan senjata nuklir mungkin merupakan keputusan terberat yang bisa dihadapi oleh seorang pemimpin negara.

Menimbang dengan tepat semua faktor dan potensi bencana, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak terduga, hampir mustahil dilakukan sendirian.

Itulah sebabnya, protokol nuklir secara khusus dirancang untuk mengambil setiap keputusan nyata yang mungkin harus dilakukan oleh presiden, memberinya waktu sekitar empat menit untuk memilih serangkaian opsi serangan.

Menurut Walter Slocombe, mantan wakil menteri pertahanan Amerika Serikat, waktu untuk meluncurkan senjata pembalasan ketika sebuah negara diserang secara membabi buta adalah di bawah 30 menit.

Sebagian waktu itu sudah termasuk langkah-langkah mekanis, seperti mendeteksi lokasi musuh, menyampaikan dan mengkonfirmasi pesan itu melalui saluran yang tepat, dan menyampaikannya kepaada presiden.

Setelahnya, seorang presiden hanya diberikan waktu 4 menit untuk memutuskan apakah negaranya harus meuncurkan senjata nuklir dan membuat semua manusia yang ada di dunia ini terkena fallout atau jatuhan radiokatif, termasuk ia sendiri.

4 dari 6 halaman

3. Insiden Ledakan Tak Disengaja

Ketika sebuah pesawat hancur berkeping-keping di langit North Carolina pada tahun 1961, burung besi ini menjatuhkan dua bom hidrogen yang dibawanya, yang masing-masing memiliki kekuatan lebih besar daripada bom yang memporak-porandakan Hiroshima dan Nagasaki.

Salah satu bom bahkan dikira merupakan bagian dari skenario masa perang dan bersifat persis seperti senjata nuklir ketika dikerahkan ke dua kota di Jepang tersebut.

Ini merupakan peristiwa ledakan nuklir yang tidak pernah terlihat oleh penduduk sipil di Amerika, dan yang dampaknya bahkan sampai ke Washington, Baltimore, Philadelphia, dan bahkan New York.

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan ke-8 AS, Robert McNamara, "Secara harfiah, dua pemantik bom tersebut sebetulnya bisa dicegah, namun gagal." ledakan nuklir dihindari."

Sebuah studi tentang senjata nuklir AS mencatat lebih dari 1.200 kecelakaan terjadi antara tahun 1950 dan 1968, yang hampir menyebabkan bencana.

5 dari 6 halaman

4. Nuklir Pakistan

Sebagian besar negara merahasiakan lokasi nuklir mereka. Namun tidak halnya dengan Pakistan. Pasukan militer Pakistan bahkan mengendarai kendaraan gaya sipil yang tidak diberi penanda khusus.

Kendaraan ini bahkan bisa mondar-mandir mengangkut senjata nuklir ke seluruh negeri, tanpa alasan apa pun. Tidak ada pertahanan nyata, serta beroperasi di jalan-jalan yang sibuk dalam arus lalu lintas yang teratur.

Pakistan tidak memiliki banyak tempat bagus untuk menyembunyikan senjata nuklir mereka. Mereka juga tidak asing dengan kudeta militer. Jadi masuk akal bahwa penjagaan terhadap senjata-senjata pemusnah massal tersebut dibatasi.

Di sisi lain, keberadaan teroris dan ketidakstabilan negara tidak bisa dijadikan alasan utama untuk menyingkirkan nuklir-nuklir itu.

6 dari 6 halaman

5. Ratusan Kode Peluncuran Nuklir AS Berupa Kode 00000000

Pada puncak Perang Dingin, Amerika Serikat memiliki lebih dari seribu rudal antar benua: LGM-30 Minuteman. Menteri Pertahanan kala itu, Robert McNamara, memastikan bahwa setiap rudal terpasang kunci khusus yang disebut Permissive Action Links.

Siapa pun yang ingin meluncurkan salah satu senjata itu, tidak dapat melakukannya tanpa memasukkan kode delapan digit rahasia. Begitu pula dengan personel militer dan sekutu, yang wajib mendapat persetujuan dari pemerintah.

Risiko peluncuran nuklir yang tidak sah bisa meningkat jika para jenderal yang bertanggung jawab tidak menetapkan kode otorisasi ke 00000000.

Mereka takut bahwa mereka tidak akan dapat melacak kode dengan cukup cepat, jika kebutuhan aktual muncul. Ini adalah kekhawatiran yang masuk akal jika mereka menjadi lupa kata sandi ketika berada dalam kepanikan dan situasi genting.

Menurut Bruce Blair, yang bekerja sebagai petugas peluncuran nuklir di Montana, kode semua-nol hanya tetap dipakai selama sekitar satu dekade.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ikan Jumbo Aneh Tanpa Ekor Terdampar di Pantai California
Artikel Selanjutnya
3 Penemuan Sains Paling Menarik Sepanjang Februari 2019