Sukses

Temuan DNA pada Serbet Makan Ungkap Misteri Pembunuhan 25 Tahun Silam

Liputan6.com, Minneapolis - Seorang pengusaha di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS), telah didakwa atas kasus pembunuhan yang sempat menjadi misteri dalam 25 tahun terakhir.

Dakwaan tersebut bermula dari hasil penyelidikan ulang terhadap benda-benda yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Selasa (19/2/2019).

Melalui bantuan situs silsilah online, polisi kemudian menemukan fakta bahwa jejak DNA yang tertinggal di sebuah serbet makan mengarah kepada sosok pelaku pembunuhan.

FBI mencocokkan seluruh sampel DNA yang ditemukan di TKP melalui situs silsilah online pada 2018, dan mendapat kecocokan, kata hakim distrik Hennepin, Mike Freeman.

Seluruh orang yang memiliki hubungan keluarga dan kerabat dengan korban di masa lalu diminta untuk mengirimkan sampel DNA untuk penyelidikan.

Ada beberapa orang yang mengabaikan imbauan tersebut dan polisi pun mencoba memburunya secara diam-diam.

Salah satu target kedapatan meninggalkan serbet makan di sebuah lapangan hoki, kemudian diambil oleh polisi untuk dicocokkan DNA-nya.

Penyelidik mencocokkan DNA pada serbet dengan yang ditemukan pada lap di TKP dan hasilnya merujuk pada seorang pria bernama Jerry Westrom (52).

Westrom membantah tuduhan tersebut. Dia juga mengaku tidak mengenal korban dan tidak hadir di apartemen ketika kasus pembunuhan itu terjadi.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Didakwa Pembunuhan Tingkat 2

Westrom didakwa atas pembunuhan tingkat dua terkait kasus kematian Jeanne Ann "Jeanie" Childs--yang berusia 35 tahun--di Kota Minneapolis, pada 1993 silam.

Jasad Childs ditemukan di apartemennya, di mana menurut pengaduan pidana yang ditinjau oleh surat kabar Minneapolis Star Tribune, berada di daerah yang terkenal akan praktik prostitusi.

Polisi mendapati Jeanie meninggal di kamar mandinya, tanpa pakaian, kecuali mengenakan sepasang kaus kaki. Korban diketahui memiliki puluhan luka tusuk dan beberapa di antaranya dilakukan setelah dia meninggal.

Terdakwa adalah ayah dua anak yang berasal dari Kota Isanti, Minnesota, dan diketahui berusia 27 tahun saat melakukan kejahatannya.

Selama 25 tahun terakhir, terdakwa disebut memiliki beberapa bisnis dan menjadi donatur klub atletik pemuda di kotanya.

Dia juga diketahui pernah menjalani hukuman karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dan menjalani masa percobaan setelah dituduh membujuk seorang remaja untuk berhubungan seks.

ISIS Akhirnya Dinyatakan Kalah
Loading
Artikel Selanjutnya
Polda Jabar Pinjam Alat FBI Ungkap Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Bogor
Artikel Selanjutnya
Minta Ditraktir Makan Mahal, Pengasuh Anak Tewas di Tangan Kenalan Baru