Sukses

Militan Serang Hotel Mewah di Ibu Kota Kenya, Warga AS jadi Korban

Liputan6.com, Nairobi - Sekelompok gerilyawan telah menyerang kompleks hotel mewah di Nairobi, Kenya dan dilaporkan menewaskan 15 orang hingga saat ini.

Suara tembakan dan ledakan terdengar di kompleks di Distrik Westlands di ibu kota Kenya, yang merupakan tempat hotel DusitD2 serta sejumlah kantor berada.

Kelompok militan yang berbasis di Somalia Al-Shabab mengatakan pihaknya berada di balik serangan itu. Seorang warga AS termasuk di antara yang tewas, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Kendati demikian, jumlah total yang tewas belum dikonfirmasi oleh pejabat setempat --seorang pekerja kamar jenazah mengatakan setidaknya ada 15 jasad.

Bagaimana serangan itu terjadi?

Serangan itu dimulai sekitar pukul 15.00, Selasa waktu setempat (12:00 GMT). Orang-orang bersenjata itu melemparkan bom ke kendaraan di tempat parkir sebelum memasuki lobi, tempat orang meledakkan dirinya, kata kepala polisi Kenya Joseph Boinnet kepada wartawan.

"Saya baru saja mulai mendengar suara tembakan, dan kemudian mulai melihat orang-orang melarikan diri sambil mengangkat tangan mereka, beberapa di antaranya memasuki bank untuk bersembunyi menyelamatkan diri," ujar seorang wanita yang bekerja di gedung tetangga.

Polisi kemudian bergegas ke tempat kejadian. Seorang petugas mengatakan kepada wartawan BBC Ferdinand Omondi, "Kondisinya tidak baik. Orang-orang sekarat."

Pada Selasa, 15 Januari, pukul 20.00 GMT, Sekretaris Kabinet Dalam Negeri Fred Matiang'i mengatakan semua bangunan di kompleks itu telah diamankan oleh pasukan keamanan.

"Situasinya terkendali dan negara aman," katanya kepada wartawan. "Terorisme tidak akan pernah mengalahkan kita."

Namun satu jam kemudian, suara tembakan terdengar kembali.

Pasukan keamanan menyisir jalan mereka selama berjam-jam setelah serangan terjadi. Sejumlah laporan menyebut para pekerja yang ketakutan telah membarikade diri mereka di dalam.

Sekitar 30 orang dirawat di rumah sakit Nairobi, kata laporan media.

Hotel DusitD2 bintang lima ini memiliki 101 kamar. Terletak di pinggiran Westlands, beberapa menit dari kawasan bisnis ibu kota, hotel ini memiliki spa dan beberapa restoran.

Kenya telah dilanda sejumlah serangan teror dalam beberapa tahun terakhir --terutama di daerah yang dekat dengan perbatasan Somalia dan Nairobi.

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Wartawan BBC

Setiap orang yang melarikan diri dari kompleks Dusit memiliki cerita yang sama --orang-orang bersenjata berat menembak tanpa pandang bulu, menggunakan bom dan senapan otomatis untuk membunuh. Sebagian besar terlalu syok untuk berbicara. Tapi mereka semua lega telah melarikan diri.

Mereka keluar dalam kelompok-kelompok kecil, berjam-jam setelah ledakan pertama. Ledakan bisa terdengar di seluruh kota.

"Aku berada di flatku di tikungan ketika itu terjadi, diikuti oleh suara tembakan yang tidak salah lagi." ujar Joe Inwood, wartawan BBC di Nairobi.

Gambar-gambar yang beredar dan menunjukkan kawasan Dusit sangat mengerikan. Orang-orang yang biasa berbisnis di sana dibunuh ketika mereka makan siang atau melakukan pekerjaan mereka.

"Restoran yang jadi lokasi ledakan adalah tempat yang saya kenal dengan baik. Penuh dengan staf yang akan selalu menyambut Anda dengan senyum."

"Ketika saya duduk menyaksikan para korban selamat, saya bertanya-tanya berapa banyak dari mereka yang tidak berhasil menyelamatkan diri."

Loading
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Ciptakan Embrio dari 2 Badak Putih Tersisa di Dunia Agar Tak Punah
Artikel Selanjutnya
Cetak Rekor Dunia, Koki di Kenya Memasak Selama 75 Jam