Sukses

Waspada Kutu hingga Lintah, 4 Hewan Ini Ternyata Bisa Bersarang di Tubuh Manusia

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kebersihan tubuh memiliki manfaat segudang, salah satunya berdampak baik bagi kesehatan dan terlihat indah. Kendati sudah melakukan upaya terbaik, masih ada saja kendala dan efek buruk yang kerap dirasakan.

Apalagi yang tidak menjaga kebersihan, seperti salah satu pria yang akhirnya memiliki rambut penuh kutu. Sementara yang lain mengaku tak menduga bahwa salah satu bagian tubuh mereka menjadi 'sarang' bagi hewan.

Meski berukuran kecil, namun binatang itu memiliki efek buruk bagi kesehatan. Dampaknya mulai dari gatal-gatal di kulit, sakit perut hingga mimisan dan luka.

Hewan apa saja yang bersarang di tubuh manusia itu? Berikut ini Liputan6.com rangkum dari beragam sumber, Minggu (23/9/2018):

1. Kutu

Salah satu masalah rambut yang sering dialami adalah kulit kepala gatal, untuk itu terdapat cara alami untuk mengatasi masalah rambut ini.

Kepala pria ini jadi sarang kutu. Dalam video yang dilansir dari Mirror.co.uk pada September 2015 lalu terlihat, setiap binatang kecil di kepala pria ini nampak merangkak naik turun pada setiap helaian rambutnya.

Tak sedikit warganet yang melihat video itu merasa jijik. Saking banyak dilihat, rekaman tersebut telah dikunjungi lebih dari 1,2 juta kali.

"Saya belum pernah melihat kutu sebelumnya, menonton ini membuat saya mual ..." kata salah satu pengguna situs berbagi video ternama.

Mengeyampingkan perawatan rambut seperti membersihkannya dengan sampo, adalaj penyebab mahkota kepala itu mudah rusak atau ditumbuhi parasit seperti kutu.

Tak disebutkan dari mana asal pria yang memiliki kutu rambut ini, namun videonya beredar di dunia maya. 

Entah bagaimana, si pria tak merasakan gatal pada kulit kepalanya akibat kutu menghisap darah. Mungkin ia terlalu masa bodoh, hingga tak sadar mahkotanya dipenuhi ratusan kutu yang jika dilihat bisa membuat merinding.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 4 halaman

2. Cacing Pita

Pria China ini nyaris terbunuh gara-gara kecintaannya terhadap makanan Jepang bernama sushi dan sashimi. Gara-gara kedua makanan tersebut, seluruh tubuhnya dipenuhi cacing pita.

Berikut ini kisah cacing pita mulai menggerogoti tubuhnya.

Suatu hari, pria yang tak disebut namanya itu memeriksakan diri ke dokter. Ia mengeluhkan sakit luar biasa di perutnya dan gatal di seluruh kulitnya.

Dokter yang melakukan pemindaian pada tubuh pasien, menemukan kodisi horor: cacing pita memenuhi badan pria tersebut setelah ia kebanyakan makan sashimi -- makanan ala Jepang berupa irisan daging ikan mentah.

Dokter yakin, ikan mentah yang dikonsumsi penderita telah terkontaminasi. Pasien akhirnya dirawat di Guangzhou No. 8, Rumah Sakit Rakyat di Provinsi Guandong di China timur.

Sejumlah penelitian menunjukan, mengonsumsi ikan mentah atau yang tak matang bisa mengakibatkan berbagai infeksi parasit.

Infeksi cacing pita terjadi setelah pasien menelan larva diphyllobothrium, yang ditemukan pada ikan tawar seperti salmon -- meski yang sudah diasinkan atau diasap. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi.

Kasus infeksi cacing pita diketahui meningkat di area-area miskin dengan sanitasi yang buruk. Namun, hal serupa juga ditemukan di negara maju.

Diduga, peningkatan kasus di negara maju diakibatkan makin meningkatnya popularitas sushi dan sashimi. Demikian ditulis di jurnal Canadian Family Physician.

"Makin meluasnya popularitas makanan Jepang, sushi dan sashimi, berkontribusi pada hal tersebut," kata penulis studi, Nancy Craig seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Kamis 25 September 2014.

"Makanan populer lain juga mungkin terkait, seperti filet (ikan) mentah yang diasinkan -- yang berasal dari Baltik atau Skandinavia. Juga carpaccio -- ikan atau daging mentah super-tipis yang biasa disajikan di Italia, salmon mentah, dan atau ceviche yang direndam cairan garam yang tak terlalu asin."

Sementara, Dr Yin dari Rumah Sakit Guangzhou No. 8 dalam situs that'smags.com mengatakan bahwa makanan yang terkontaminasi telur cacing pita bisa menyebabkan cysticercosis -- kondisi ketika cacing dewasa masuk ke aliran darah seseorang.

Tipe infeksi ini tak bisa dianggap remeh. Bisa mengancam jiwa seseorang, jika cacing mencapai otak manusia.

3 dari 4 halaman

3. Kecoak

Selvi yang bekerja sebagai asisten rumah tangga tiba-tiba merasakan kepalanya terbakar. Setelah diperiksa, ternyata ada kecoak yang terperangkap dan merangkak di bagian tubuhnya tersebut.

Begini asal mula kecoak itu bisa berada di dalam telinganya.

Suatu malam, Selvi tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia merasa ada sesuatu yang merayap di kepalanya. Lama kelamaan, kepalanya seperti terbakar.

Tak tahan dengan rasa sakit, Selvi memutuskan pergi ke rumah sakit. Setelah melakukan pemindaian, hasilnya sungguh mengejutkan.

Penderitaan perempuan itu ternyata disebabkan seekor kecoak yang bersarang di tengkorak kepalanya -- tepatnya di antara kedua matanya.

Tenaga medis yang menangani Selvi awalnya sempat binggung bagaimana cara mengeluarkan serangga itu. Setelah melalui proses rumit dan memakan waktu 45 menit kecoak tersebut berhasil dikeluarkan.

Salah seorang dokter yang menangani Selvi, mengatakan keputusan perempuan itu memeriksakan kondisi saat merasakan hal aneh di kepalanya sangat tepat.

Sebab, jika terlambat beberapa menit saja, maka serangga tersebut bisa mati. Dan, bila itu terjadi Selvi akan menderita infeksi otak akut.

"Kalau terlambat infeksi otak bisa menyebar ke seluruh bagian," sebut Dokter M N Shankar, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu 4 Februari 2017.

Selvi mengaku bersyukur nyawanya masih bisa terselamatkan dari kejadian aneh ini. Pengalaman tersebut pun diakuinya tak akan bisa dilupakan seumur hidupnya.

4 dari 4 halaman

4. Lintah

Wisatawan ransel asal Edinburgh, Inggris ini begitu menderita. Ia mengalami pendarahan selama berminggu-minggu. Namun ia tak tahu penyebabnya adalah lintah yang bersarang di hidungnya.

Dikutip dari BBC, Rabu 15 Oktober 2014, awalnya perempuan berusia 24 tahun itu mengira pendarahan pada hidung yang dialaminya akibat pembuluh darah pecah pasca-tabrakan sepeda motor.

Suatu ketika, setelah sekitar sebulan lamanya, Daniela Liverani menyadari ada benda hitam yang bergerak-gerak di hidungnya -- yang sebenarnya adalah seekor lintah.

Saat binatang itu bergerak turun naik di dalam lubang hidung, dia mengira itu adalah gumpalan darah. Namun akhirnya ia menyadari itu adalah lintah sepanjang 7,5 cm, yang diyakini telah hidup di dalam hidungnya selama sebulan, setelah mengunjungi Asia Tenggara.

"Ya Tuhan, ternyata ada seekor lintah di dalam wajahku," kata Liverani yang kala itu bergegas ke rumah sakit.

Staf rumah sakit menggunakan sejumlah alat untuk menarik parasit tersebut. Liverani kemudian membawa pulang lintah tersebut, tetapi binatang tersebut kemudian mati.

"Dia sekarang ada di tong sampah Dewan Kota Edinburgh, Inggris," kata dia.

Liverani meyakini lintah yang diberinya nama 'Mr Curly' berasal dari Vietnam atau Kamboja.

Artikel Selanjutnya
Selain Kijang dan Jaguar, Ini Nama-Nama Mobil yang Mencomot Nama Binatang
Artikel Selanjutnya
Jadi Objek Percobaan, 4 Hewan Ini Pernah Dikirim ke Angkasa Luar