Sukses

2 Mahkota Kerajaan Swedia Digasak Maling

Liputan6.com, Stockholm - Tiga perhiasan kerajaan Swedia, pada Selasa 31 Juli 2018, telah dicuri dalam sebuah plot pencurian ekstrem bak alur film Hollywood.

Menurut radio Swedia, para tersangka mengambil dua mahkota dan orb kerajaan yang dikenal sebagai 'riksapple' dari katedral kuno di Strangnas, barat Stockholm, sekitar jam makan siang pada hari Selasa 31 Juli.

Dua mahkota itu merupakan mahkota pemakaman Raja Charles (Karl) IV dan istrinya, Ratu Kristina, yang meninggal pada awal abad ke-17. Demikian seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, Rabu (1/7/2018).

Pasangan suami-istri itu awalnya dimakamkan bersama di pekuburan kerajaan. Tetapi jasad keduanya digali dari makam dan dipajang di katedral di Strangnas --lengkap beserta mahkotanya.

Dua tersangka terlihat melompat ke perahu motor (speedboat) yang ditembatkan tepat di bawah gereja, siang waktu setempat. Lokasi gereja itu pun terletak di pinggir perairan Danau Malaren yang terhubung ke Laut Baltik.

Pada saat pencurian terjadi, katedral itu tengah dalam jam operasi dan staf sedang bertugas. Seorang juru bicara kepolisian Swedia mengatakan tidak ada yang terluka "secara fisik atau mental", tetapi mereka memutuskan untuk tetap menutup katedral untuk sisa hari itu.

Polisi dengan cepat memobilisasi dan mengejar para pencuri melalui air, laut dan darat, dengan helikopter dan pesawat.

Stockholm dan sekitarnya dikenal dengan kondisi geografisnya yang terdiri dari sebaran 14 pulau-pulau di pantai tengara di bibir Danau Malaren.

"Kami berada di darat, di air dan di udara," kata juru bicara polisi.

Namun duo pencuri itu entah bagaimana menghindari pengejaran dan lenyap dari kejaran kepolisian Swedia.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Jalur Pelarian Pelaku Belum Diketahui

Juru bicara kepolisian memperkirakan, duo pelaku mungkin meninggalkan perahu motor dan melompat ke sebuah mobil pelarian menuju barat ke pedalaman, atau ke timur ke Stockholm.

"Kami menyebar ke segala arah."

Kepala juru bicara polisi Thomas Agnevik mengatakan kepada TV Swedia, benda-benda yang hilang adalah "benda berharga, harta nasional".

Hingga pukul 21.30 waktu setempat pada 31 Juli, kepolisian Stockholm, Swedia belum melakukan penangkapan.