Sukses

Donald Trump Langgar 2 Aturan Ini Saat Bertemu Ratu Elizabeth?

Liputan6.com, London - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris. Di tengah gelombang protes yang menolak kedatangannya, sang miliarder nyentrik bertemu dengan Perdana Menteri Theresa May dan Ratu Elizabeth II.

Namun, sejumlah pihak menyebut, Donald Trump melakukan pelanggaran protokol saat bertemu dengan Ratu Elizabeth di Kastil Windsor.

Meski pertemuan berlangsung lancar, seperti dikutip dari News.com.au pada Sabtu 14 Juli 2018, suami Melania Trump melakukan dua pelanggaran protokol, yakni ia berjalan di depan penguasa monarki berusia 92 tahun itu saat sedang menginspeksi pasukan.

Pelanggaran lain, ia tidak membungkuk saat bertemu Ratu Elizabeth.

Donald Trump bersikap sopan dalam pertemuannya dengan Ratu Inggris. Ia pun tak mengeluarkan kata-kata yang menyinggung pihak kerajaan.

Namun, pada masa lalu, Trump pernah mengeluarkan pernyataan yang sama sekali tak bijaksana soal keluarga Kerajaan Inggris. Pada 2017, ia pernah membual berniat tidur dengan Putri Diana asalkan mantan istri Pangeran Charles itu melakukan tes HIV terlebih dahulu.

Diana, Princess of Wales pada sebuah upacara untuk Palang Merah di Washington. (AFP PHOTO / JAMAL A. WILSON)

Donald Trump juga dianggap mengeluarkan kata-kata tak pantas terkait Kate Middleton, istri Pangeran William.

Dalam akun Twitternya, ia menyalahkan Kate Middleton saat foto telanjang sang Dutchess of Cambridge beredar.

Sebelum kedatangan Trump, sebanyak 1,86 juta orang menandatangani petisi pada Juni 2017, menuntut pembatalan kunjungan kenegaraan tersebut. "Karena itu akan mempermalukan Yang Mulia Sri Ratu," demikian kutipan petisi tersebut.

Selama di Inggris, Donald Trump berkali-kali mengatakan bahwa hubungan kedua negara tak pernah sebaik pada masa pemerintahannya. "Hubungan kedua negara dalam level tertinggi yang istimewa".

Presiden AS Donald Trump dan Melania Trump  menghadiri acara makan malam di Bleinheim Palace, Inggris, Kamis (12/7). Gaun rancangan J Mendel itu disebutkan memiliki harga sekitar 5000 Euro atau kurang lebih Rp83,6 juta. (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Donald Trump dan Melania bertemu dengan Ratu Elizabeth setelah menggelar pertemuan dengan PM Inggris Theresa May.

Donald Trump juga menggelar konferensi pers bersama dengan Theresa May. Dalam acara tersebut, Presiden AS menyebut, imigrasi telah membawa dampak 'sangat buruk' bagi Eropa dan mengubah budaya Benua Biru.

Sebaliknya, PM May mengatakan, Inggris punya sejarah yang membanggakan dengan menyambut kehadiran para imigran. Namun, orang nomor satu di pemerintahan Britania Raya itu menuebut, pihaknya harus menetapkan aturan.

Sebelumnya, ia sempat menyerang kebijakan PM Inggris terkait Brexit. Taipan properti itu juga menyebut, Boris Johnson, Menlu Inggris yang baru memutuskan mundur akan jadi PM Inggris yang luar biasa.

Namun, pasca pertemuan, Donald Trump menyebut PM May sebagai 'perempuan luar biasa' yang melakukan 'pekerjaan fantastis'. "Saya menaruh rasa hormat besar pada perdana menteri," kata dia.

 

Saksikan video menarik di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Main Golf di Skotlandia

Setelah melakukan kunjungan dua hari di Inggris, Donald Trump tiba di Skotlandia. Seperti dikutip dari BBC News, Presiden AS itu mendarat di Bandara Prestwick tak lama setelah pukul 20.20 waktu setempat.

Trump, yang ibunya berasal dari Skotlandia, akan menghabiskan akhir pekan di resor golf Turnberry di Ayrshire -- dalam apa yang ia sebut sebagai kunjungan pribadi.

Lagi-lagi, ia disambut demonstrasi. Para pengunjuk rasa memenuhi George Square di Glasgow sebelum kedatangannya. Para penggerak demi mengungkapkan, pihaknya bertujuan untuk mengirimkan pesan pada dunia, bahwa Skotlandia menentang politik 'perpecahan dan kebencian' yang dimiliki Trump.

Donald Trump tidak dijadwalkan bertemu First Minister Skotlandia Nicola Sturgeon, yang selama ini dikenal kritis terhadap Presiden AS itu. 

Di sisi lain, Sturgeon akan memimpin ribuan demonstran di pawai Pride Glasgow pada Sabtu ini.

Kedatangan Donald Trump di Skotlandia memicu operasi keamanan besar untuk mengamankannya. Sementara itu, Kepolisian Skotlandia bersikukuh mereka berusaha menyeimbangkan antara perlindungan dan keselamatan publik dengan hak publik untuk melakukan protes damai. 

 

Artikel Selanjutnya
Donald Trump: Vladimir Putin Bukan Teman atau Musuh, tapi...
Artikel Selanjutnya
Lipstik Anti Donald Trump Himpun Rp 1,5 M untuk Keluarga Imigran