Sukses

Niat Galang Dana Rp 21 Juta Untuk Imigran Anak, Ternyata Ini yang Didapat Facebook

Liputan6.com, Mexico - Sebuah kampanye dibuka di situs jejaring sosial untuk menyatukan keluarga yang terpisah di perbatasan Amerika Serikat.

Awalnya, kampanye yang diprakarsai oleh sebuah organisasi nirlaba berbasis di Texas ini berniat mengumpulkan dana hingga 1.500 dolar AS (Rp 21 juta), tapi mereka justru mendapatkan lebih.

Hanya dalam kurun waktu empat hari, Refugee and Immigrant Center for Education and Legal Services (Raices) berhasil mengantongi 7,5 juta dolar atau sekitar Rp 105,6 miliar. Penggalangan dana ini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah Facebook.

Selain menyediakan dana, Raices juga bersedia menyiapkan penasihat hukum dan dukungan penuh untuk para imigran.

Halaman Facebook bertajuk "Reunite an immigrant parent with their child" menyebut, seluruh uang yang terkumpul akan "langsung disalurkan guna membiayai obligasi untuk membebaskan orang tua dari penahanan", sehingga mereka bisa bersatu kembali dengan anak-anaknya sembari menunggu proses pengadilan.

Raices juga akan "memastikan adanya perwakilan hukum untuk setiap anak di pengadilan imigrasi Texas”, mengingat tahun lalu banyak anak-anak imigran yang tidak terwakili saat menghadapi persidangan.

Charlotte dan Dave Willner, pasangan asal California yang mempelopori kampanye tersebut mengatakan, nominal Rp 21 juta merupakan jumlah minimum yang harus dipenuhi untuk para pencari suaka.

Motivasi mereka membuat kampanye semacam ini, karena mereka iba ketika melihat potret seorang balita yang menangis saat ibunya dibawa pergi.

"Itu (penggalangan dana) adalah cara terdekat yang bisa kami lakukan untuk memeluk bocah tersebut," kata Dave Willner kepada San Jose Mercury News seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (22/6/2018).

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Tamparan Untuk Kebijakan Presiden AS

Manajer komunikasi Facebook menlaporkan bahwa hingga detik ini, penggalangan dana tersebut menjadi penggalangan dana terbesar yang pernah dilakukan di Facebook.

Menurut NBC News, pada Selasa pagi ada lebih dari 100.000 donasi. Rata-rata dari donatur menyumbang sekitar 50 dolar atau Rp 704 juta.

Seolah ingin "menampar" kebijakan Donald Trump soal keimigrasian, Raices menyebut sumbangan itu sebagai "penolakan keras terhadap kekejaman pemerintah AS".

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa dana yang terkumpul akan "menyelamatkan jutaan nyawa orang yang hendak dideportasi ke negara tidak aman".

"Ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk ini. Terkadang kami menangis di kantor sepanjang hari, ketika kami memeriksa total penggalangan dana... Banyak hal-hal mengerikan terjadi di luar sana dan ada banyak orang yang memutuskan untuk tidak berpaling sembari melakukan sesuatu," tulis Raices di akun Facebook-nya.

Artikel Selanjutnya
Facebook Umumkan Fitur Grup Berbayar
Artikel Selanjutnya
Facebook Messenger Bakal Dijejali Video Iklan