Sukses

NATO Gelar Latihan Militer untuk Tingkatkan Kesiapan Menghadapi Rusia

Liputan6.com, Warsawa - Sekitar 18.000 tentara dari 19 negara, yang kebanyakan anggota NATO, memulai latihan militer tahunan yang dipimpin Amerika Serikat pada hari Minggu waktu setempat.

Latihan yang mengambil tempat di Polandia dan sejumlah negara-negara Baltik itu diadakan demi meningkatkan kesiapan tempur di sisi timur aliansi (NATO) untuk menghadapi Rusia yang dinilai semakin percaya diri.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (4/6/2018), latihan bertajuk Saber Strike 8 yang akan berlangsung hingga 15 Juni, dimulai setelah terungkap bahwa Polandia tengah mempertimbangkan proposal untuk menyambut penempatan permanen pasukan Amerika Serikat di negara itu.

Proposal itu memicu kritik langsung dari Rusia. Kremlin bersikeras bahwa setiap penyebaran seperti itu "tidak akan menguntungkan keamanan dan stabilitas dengan cara apapun apapun di benua itu".

Amerika Serikat telah meningkatkan kehadirannya di sisi timur NATO, terutama Polandia, sejak pencaplokan Rusia atas Crimea dari Ukraina pada tahun 2014.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penempatan Pasukan AS Terbesar Sejak Perang Dingin

Militer Amerika Serikat diketahui mendirikan markas baru di Polandia pada Mei 2017 untuk mengomando sekitar 6.000 pasukannya di NATO dan operasi Pentagon di wilayah tersebut.

Langkah tersebut tercatat sebagai salah satu penempatan pasukan Amerika Serikat terbesar di Eropa sejak Perang Dingin dan dimaksudkan untuk meyakinkan sekutu paling timur NATO yang ketakutan dengan latihan militer Rusia dan aneksasi Crimea.

Selain itu, Amerika Serikat juga memimpin kelompok pertempuran multinasional NATO di Polandia. Adapun Jerman, Inggris, dan Kanada mengomando tiga titik lainnya, yakni di Estonia, Latvia, Lithuania, tempat di mana latihan Saber Strike 8 dilaksanakan.

Berbicara di Warsawa, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan, kelak dalam KTT NATO pada Juli mendatang, para pemimpin akan membuat keputusan tentang "penguatan, kesiapan dan mobilitas militer" pasukan di Eropa.

Sementara itu, hubungan pertahanan Washington dan Warsawa dilaporkan terus menguat seiring dengan penandatanganan kontrak USD 4,75 miliar pada bulan Maret untuk pembelian sistem anti-rudal Patriot buatan Amerika Serikat.

Di lain sisi, Moskow mengeluhkan tentang prospek penyebaran sistem anti-rudal Patriot di Polandia dan Rumania, yang dinilainya melanggar perjanjian persenjataan tahun 1987 dan berpotensi menyerang wilayahnya.

Pada bulan Februari, Lithuania menuding Rusia secara permanen mengerahkan rudal balistik Iskander ke wilayah kantong Kaliningrad.

Artikel Selanjutnya
5 Hal yang Selalu Berubah Setiap Tahun di Rusia, Ini Daftarnya...
Artikel Selanjutnya
Korea Utara: Presiden Suriah Akan Temui Kim Jong-un