Sukses

Kuba Jadi Tuan Rumah Dialog Damai Antara Kolombia dan Pemberontak ELN

Liputan6.com, Bogota - Kuba akan menjadi tuan rumah perundingan perdamaian antara pemerintah Kolombia dengan pemberontak sayap kiri, Tentara Pembebasan Nasional (ELN). Kabar itu diumumkan dalam sebuah pernyataan bersama pada Sabtu, 5 Mei 2018.

"Setelah bersama-sama memeriksa pilihan untuk memperbarui dialog sesegera mungkin, pemerintah Kolombia dan pihak pemberontak ELN akan melanjutkan pembicaraan di Havana (ibu kota Kuba) mulai pekan depan," isi kutipan pernyataan bersama itu, seperti dilansir VOA (6/5/2018).

Penetapan itu otomatis menggantikan peran Ekuador yang sebelumnya menjadi tuan rumah dialog damai.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berupaya mencapai perjanjian damai antara pemerintah dan ELN. Dialog damai juga akan membahas negosiasi kesepakatan gencatan senjata baru.

Gencatan senjata pertama kedua belah pihak berakhir pada Januari 2018. Setelah itu, sempat terjadi periode peningkatan kekerasan antara ELN dengan otoritas Kolombia.

Dialog perundingan juga sempat tertunda selama hampir enam pekan dari jadwal yang telah ditentukan.

Sebelumnya, Kolombia telah menandatangani pakta perdamaian dengan gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) di Havana pada November 2016 silam.

Lima negara, Brasil, Chili, Kuba, Norwegia, dan Venezuela menjamin berlangsungnya dialog damai antara Kolombia - FARC.

Pasca-kesepakatan damai 2016, FARC telah didemobilisasi dan berubah menjadi partai politik di negara beribu kota Bogota itu.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Ekuador Mundur Menjadi Tuan Rumah

Pada 18 April 2018, Ekuador memutuskan untuk menghentikan perannya sebagai tuan rumah pembicaraan damai antara Kolombia dan ELN.

Ekuador telah menjadi tuan rumah pembicaraan damai sejak pertama kali diselenggarakan di Quito pada awal 2017.

Presiden Ekuador, Lenin Moreno mengatakan kepada televisi RCN Kolombia, alasannya mengakhiri peran Ekuador sebagai tuan rumah dialog damai merupakan bentuk respons atas gejolak kekerasan antar-gerilyawan di sepanjang perbatasan Kolombia dan Ekuador.

ELN terkenal karena penculikan dan pengeboman atas infrastruktur minyak dan militer.

Keputusan Ekuador juga muncul setelah dua wartawan Ekuador dan sopir mereka tewas oleh sekelompok mantan anggota pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) -- meski mayoritas anggota kelompok itu telah didemobilisasi berdasarkan perjanjian damai tahun 2016 yang dinegosiasikan di Havana.

Loading
Artikel Selanjutnya
Produsen Senjata Asal Jerman Jual Ribuan Pistol Secara Ilegal ke Kolombia