Sukses

Donald Trump Jr di India: Meski Miskin, Mereka Tetap Tersenyum

Liputan6.com, New Delhi - Dalam kunjungannya ke India, Donald Trump Jr -- anak Presiden AS Donald Trump -- memuji sejumlah masyarakat miskin di negara tersebut, menilai mereka sebagai orang yang suka tersenyum meski hidup di tengah kondisi perekonomian yang sulit.

Di India, Donald Trump Jr membawa agenda untuk mempromosikan bisnis real estate Trump Coorporation dan membahas proyek pembangunan Trump Tower dengan total nilai US$ 1miliar di empat kota India.

"Bukannya ingin menghina, tapi Anda bisa lihat, orang yang paling miskin dari yang paling miskin tetap memiliki senyum di wajahnya," kata Trump Jr kepada CNBC India, seperti dikutip dari Independent (23/2/2018).

"Hal itu menunjukkan semangat yang santer terlihat dan berbeda dari apa yang Anda lihat di belahan dunia lain, dan saya pikir ada sesuatu yang unik tentang itu," lanjutnya.

Donald Trump Jr kemudian membandingkan sifat murah senyum para masyarakat miskin India dengan sejumlah pengusaha sukses di dunia yang ia kenal.

"Saya kenal beberapa pengusaha sukses di dunia, tapi beberapa di antara mereka adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini," katanya membandingkan.

India, seperti ditulis Independent, merupakan negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah jutawan serta pasar barang dan jasa mewah.

Meski begitu, sebagai salah satu negara dengan populasi terbanyak, masih ada sekitar 1,3 miliar orang di India yang masih hidup dalam kemiskinan.

Saat ini, India diketahui memiliki pendapatan per-kapita sekitar US$ 1.673 atau setara dengan Rp 22,8 juta.

1 dari 2 halaman

Bisnis Keluarga Trump di India

Sepanjang pekan ini, Trump Jr melawat ke India untuk membahas urusan bisnis dan bertemu dengan para pengusaha setempat. Agenda utama adalah, pembahasan proyek pembangunan Trump Tower di empat kota di India -- dua di antaranya terletak di dekat New Delhi.

Proyek pembangunan dua Tower di New Delhi merupakan hasil dari kesepakatan lisensi dengan dua pengembang asal India. Tower itu akan diperuntukkan sebagai penginapan dan hunian, yang mana harga masing-masing flat dipatok sekitar US$ 780 ribu hingga US$ 1,6 juta.

Saat Trump Jr sepekan di India, sebuah iklan promosi muncul sehalaman penuh di surat kabar setempat.

Isinya, menggoda calon pembeli untuk memesan flat di Tower tersebut, dengan biaya pemesanan awal sekitar US$ 38.000.

Iklan itu juga mengundang para pebisnis dan pengusaha untuk 'bergabung dengan Donald Trump Jr untuk percakapan dan makan malam' pada hari Jumat 23 Februari 2018.

Trump Jr juga akan memberikan pidato kebijakan luar negeri berjudul "Reshaping Indo-Pacific Ties: The New Era of Cooperation" pada hari Jumat di sebuah konferensi bisnis global yang disponsori oleh surat kabar Economic Times, bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa pidato Trump JR tidak dikoordinasikan dengan Kemlu dan mereka tidak mengetahui isinya.

Menuai Kritik

Aktivitas bisnis dan iklan seputar kunjungan Trump Jr ke India menuai kritik dari sejumlah pengamat, menilai hal itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Iklan-iklan ini menggambarkan pentingnya Trump melakukan divestasi dari bisnisnya dan bahaya yang diakibatkan oleh kegagalannya melakukan divestasi. Perusahaan Trump secara harfiah menjual akses ke putra presiden di luar negeri," kata Jordan Libowitz, direktur komunikasi untuk firma analis Citizens for Responsibility and Ethics di Washington DC yang sering mengkritisi keluarga Trump.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Donald Trump: Guru Bersenjata Api Berhak Mendapat Bonus Uang Tunai
Artikel Selanjutnya
Perempuan India Ini Jadi Pilot Jet Tempur Pertama