Sukses

Anjing Kecil Ini Mati Usai Selamatkan Pemilik dari Ular Mematikan

Liputan6.com, Gold Coast - Seekor anjing chihuahua kecil dijuluki sebagai pahlawan oleh pemiliknya karena telah melindungi mereka dari ular coklat timur atau eastern brown snake. Namun, nyawa hewan berkaki empat itu tak dapat diselamatkan setelah mendapat gigitan dari salah satu ular paling mematikan di dunia tersebut.

Kisah itu berawal saat seorang perempuan asal Gold Coast Australia, Evangline Lim, sedang berisap-siap untuk menjemur pakaian ketika ia mendengar anjingnya, Cooper, menggonggong kencang.

Masih membawa keranjang pakaian di tangannya, ia melihat Cooper sedang bergulat dengan ular eastern brown snake.

"Ular tersebut terbalik dan Cooper berada di atasnya dan bergulat," ujar Lim kepada Gold Coast Bulletin, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (8/1/2018).

"Dia jelas menyelamatkanku dari ular itu," imbuh dia.

Lim dan keluarganya berhasil menjebak ular di bawah pot tanaman. Namun tanpa mereka ketahui, Cooper telah digigit.

Meski mereka telah membawa anjing berusia 10 tahun itu ke dokter hewan terdekat, Cooper terlalu banyak menerima racun ular. Sekitar 10 menit kemudian, ia mati terkena serangan jantung dalam perjalanan ke dokter.

 

1 dari 3 halaman

Eastern Brown Snake di Australia

Tony Harrison dari Gold Coast dan Brisbane Snake Catchers mengatakan bahwa eastern brown snake jauh lebih banyak dibanding dari yang diperkirakan orang-orang.

"Mereka ada dimana-mana di Gold Coast. Aku menangkap dua ekor per hari, sehingga orang-orang perlu lebih waspada," ujar Harrison.

Harrison mengatakan, eastern brown snake sangat cepat dalam mempertahankan diri dan akan segera menyerang jika mereka merasa terancam.

"Begitu anjing berinteraksi dengan ular, Anda harus membawanya ke dokter hewan. Saya telah melihat banyak anjing dan kucing diserang oleh eastern brown snake selama bertahun-tahun dan banyak dari mereka tidak bertahan 10 menit," kata dia.

Harrison mengatakan, racun dari eastern brown snake bekerja dengan cepat pada manusia dan hewan, yang mengakibatkan gumpalan darah dan kejang otot.

2 dari 3 halaman

Banyak Ular di Australia

Australia terkenal karena banyak media yang memberitakan temuan tentang ular di Negeri Kanguru itu.

Contohnya saja setiap tahun, para penangkap ular di Darwin merespons lebih dari 1.000 panggilan warga yang khawatir akan kemunculan ular di rumah mereka.

Jumlah ular dan keragaman spesies yang bisa ditemukan di Darwin telah menjadikan kota ini sebagai 'ibu kota ular' di Australia.

Petugas Taman Margasatwa dan Satwa Liar Wilayah Utara Australia (NT), Ray Chatto, mengatakan bahwa iklim tropis kota itu dan kurang luasnya habitat menjadikannya tempat berlindung bagi ular.

Beruntungnya, hanya sekitar dua persen ular yang tertangkap di wilayah tersebut dianggap berbahaya.

Beberapa jenis ular yang sering muncul di Darwin yakni ular pohon emas (Chrysopelea ornata), piton air (Liasis fuscus), piton zaitun (Liasis olivaceus), piton karpet (Morelia spilota), dan piton anak (Antaresia childreni).

Artikel Selanjutnya
Korea Selatan Diminta Setop Budaya Konsumsi Daging Anjing