Sukses

Pentagon Jalankan Program Rahasia soal UFO, untuk Apa?

Liputan6.com, Washington - Gedung Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, tengah menggarap program khusus yang tak pernah terpikirkan oleh rakyat AS sebelumnya, yakni Unidentified Flying Objects atau UFO.

Menurut laporan BBC, Minggu (17/12/2017), Pentagon sedang menjalankan program rahasia untuk menyelidiki UFO. Media lokal juga mengabarkan hanya sedikit pejabat yang mengetahui program tersebut.

Para ilmuwan mengatakan, program itu telah dimulai sejak 2007 dan ditutup pada 2012. Meski demikian, mereka meragukan rencana penyelesaian program. Mereka beranggapan bahwa kejadian yang tak dapat dijelaskan tak selalu berhubungan dengan kehidupan alien.

Program bernama The Advanced Aerospace Threat Identification adalah gagasan Harry Reid, seorang pensiunan senator Demokrat yang merupakan pemimpin mayoritas Senat saat itu.

"Saya tidak pernah merasa malu atau menyesal telah melakukan hal ini, karena saya melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya," ungkap Reid, terkait dengan program UFO Pentagon itu. 

Menyoal biaya, The Advanced Aerospace Threat Identification telah menghabiskan dana lebih dari $ 20 juta -- setara dengan Rp 27 miliar -- sebelum akhirnya dinonaktifkan untuk menghemat biaya Departemen Pertahanan.

Meskipun pendanaan program berakhir pada tahun 2012, para pejabat dilaporkan masih terus menyelidiki penampakan fenomena udara yang tidak biasa. Tak hanya itu, mereka juga menyelidiki benda-benda mencurigakan di langit, selain menjalankan tugas mereka sehari-hari.

"Apakah itu (benda-benda asing) berasal dari China atau Rusia, yang mencoba melakukan sesuatu? Ataukah sistem propulsi (dorongan) yang tidak kita ketahui?" ungkap mereka.

Awal tahun ini, Central Intelligence Agency (CIA) merilis jutaan halaman dokumen yang dideklasifikasi secara online, termasuk penampakan UFO dan kumpulan laporan tentang piring terbang.

1 dari 2 halaman

Kilatan Bola Bercahaya Terlihat di Langit Arizona

Sebuah kilatan misterius tiba-tiba muncul di langit Kota Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 November 2017 malam. Penampakan kilatan cahaya tersebut seketika menimbulkan ketakutan. Kehadiran UFO dan makhluk asing disebut-sebut jadi pemicunya.

Dilansir dari laman Daily Mail, Kamis (16/11), tapi, kemungkinan lain mulai muncul. Dugaan bukan hanya UFO belaka, melainkan adanya bola api luar angkasa yang bertabrakan dengan atmosfer bumi.

Penampakan aneh tersebut terlihat oleh banyak orang yang bermukim di Arizona. Negara bagian lain yang juga melihat kilatan cahaya itu adalah California, Nevada, Utah, dan New Mexico.

"Kilatan cahaya baru saja terlihat melintasi langit Phoenix, Arizona pada pukul 20.30," tulis akun pemerintah negara bagian Phoenix, Arizona.

Pada mulanya, warga mengaku melihat ada bola kecil di langit malam hari. Tak lama, benda tersebut kemudian berubah menjadi besar dan mengeluarkan kilatan cahaya.

Melihat kejadian ini, warganet pun mulai berkomentar. Lewat akun media sosial, banyak penduduk Phoenix yang menjadi saksi mata menulis pengalaman mereka.

"Saya melihat langit begitu menyala saat saya berada di Flagstaff," tulis Debora Lee Soltez.

"Saya berkendara ke arah utara, jadi tidak melihat benda langit tersebut. Maka dari itu, hanya kilatan cahaya yang saya rasakan," tambahnya.

Sementara, banyak yang menduga jika benda langit tersebut adalah UFO yang dikendarai oleh makhluk luar angkasa.

Namun, perkiraan tersebut ternyata tak sejalan dengan American Meteor Society. Pihaknya menyebut benda tersebut adalah bentuk aktivitas meteorik yang menampakan cahayanya hingga ke Bumi.

Dalam rentan waktu sepuluh jam antara 14 hingga 15 November 2017, ada empat penampakan serupa yang terjadi di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Beberapa orang menilai, itu adalah hujan meteor Taurid yang mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu.