Sukses

Potensi Gunung Agung Meletus, Dubes Rusia Minta Warganya Waspada

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan status Awas Level IV atau tertinggi pada Gunung Agung di Bali yang berpotensi meletus dalam waktu yang belum dapat dipresiksi.

Selain itu, otoritas daerah dan badan tanggap bencana sudah melakukan tindak antisipasi dengan mengimbau warganya untuk berada dalam radius 12 kilometer di zona merah.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah negara di dunia telah mengeluarkan travel advice kepada warganya apabila ingin berkunjung ke Pulau Dewata. Mengingat, Bali adalah salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia.

Salah satunya Rusia. Ditemui saat press breafing bersama awak media, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengeluarkan pernyataan yang sama bagi warga negaranya -- baik yang ingin berangkat ke Bali ataupun yang saat ini tengah berwisata dan tinggal di sana.

"Kami sudah mendengar kabar terbaru seputar situasi di kawasan Gunung Agung, Bali. Hingga kini, pemerintah Rusia pun masih mengikuti perkembangan wilayah Bali yang sangat digemari oleh wisatawan, terutama orang Rusia," ujar Galuzin di kediamannya, Rabu (27/9/2017).

"Peringatan secara lisan maupun tulisan sudah kami berikan kepada warga Rusia baik yang ingin berangkat maupun yang saat ini tengah berada di Rusia," tambahnya.

Meski begitu, Dubes Galuzin berharap agar kondisi tak begitu parah. Ia juga belum dapat memprediksi akan seperti apa ledakan tersebut. Pasalnya, belum dapat diprediksi kapan Gunung Bali akan mengeluarkan laharnya.

Pernyataan pemerintah Rusia seputar situasi Gunung Agung di Bali (Twitter/@MID_travel)

Pada tanggal 25 September lalu, Kementerian Luar Negeri Rusia telah mengeluarkan pernyataan resmi seputar situasi terkini di Bali. Melalui akun Twitter, Kemenlu Rusia menyampaikan peringatan tersebut.

"Kedutaan Besar Rusia di Indonesia merekomendasi, agar warga Rusia tidak melakukan perjalanan ke wilayah timur laut Pulau Bali," tulis @MID_travel.

"Pihak berwenang di Indonesia meminta wisatawan dan warga sekitar untuk berada dalam radius 12 kilometer dari Gunung Agung," tulis @MID_travel.

 

2 dari 2 halaman

Australia dan Singapura Imbau Travel Advice

Ribuan turis Australia yang berencana mengunjungi Bali menghadapi situasi sulit. Pasalnya, perjalanan mereka terancam batal usai Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan travel warning. Kebijakan itu dikeluarkan setelah status Gunung Agung meningkat dari 'siaga' menjadi 'awas' pada Jumat 22 September 2017.

Dikutip dari The Australian, travel warning itu dikeluarkan pada Sabtu 23 September 2017.

Sementara itu, dalam artikel berita media Singapura, Strait Times yang berjudul 'Travel alert on possible eruption of Bali volcano,' pemerintah negara tersebut mengimbau agar "Warga Singapura menghindari kawasan Gunung Agung di Bali, Indonesia, setelah status awas (tingkatan tertinggi) ditetapkan, yang berarti potensi erupsi semakin besar."

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginstruksikan kepada semua instansi dinas Provinsi Bali untuk memberikan bantuan pada pos-pos yang telah ditentukan dan telah dilaksanakan mulai hari ini.

Laporan juga, Dispar Bali bersama Dispar kab/kota dan stakeholder pariwisata akan mengadakan pertemuan untuk membantu saudara-saudara kita melalui pos-pos yang sudah ditentukan.

Yang pasti, kata Ngurah Putra yang berdarah Bali itu menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai sampai malam ini, Sabtu, 23 September pukul 19.00 tetap aman, berjalan normal, tanpa ada pembatalan penerbangan. "Semoga tetap lancar dan aman," kata Ngurah Putra dengan nada datar.

Tim Crisis Center juga mencatat, belum ada wisman yang melakukan pembatalan ke Bali. Juga belum ada laporan wisman yang mempercepat kepulangan karena erupsi gunung agung itu. "Mohon doa semua pihak, agar situasi Gunung Agung segera normal, kembali seperti biasa," ujar Ngurah Putra.

Loading