Sukses

150 Masjid di Inggris Akan Buka Pintu untuk Warga Non-Muslim

Liputan6.com, London - Lebih dari 150 masjid di Inggris akan membuka pintu untuk pengunjung non-Muslim akhir pekan ini. Tujuannya, untuk menghilangkan prasangka. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan khalayak luas, untuk memahami Islam dengan lebih baik.

Seperti dikutip dari Guardian, Jumat (3/2/2017), tak hanya menyaksikan bangunan dan ibadah umat Muslim secara lebih dekat, para pengunjung juga bisa mengajukan pertanyaan tentang Islam.

Ribuan orang diperkirakan akan ambil bagian dalam acara tahunan Visit My Mosque pada Minggu 5 Februari 2017. Itu adalah kegiatan tahunan ketiga yang dilaksanakan.

Masyarakat bisa mengunjungi masjid-masjid di Inverness hingga Plymouth. Sebagian besar berada di kota-kota yang memiliki populasi muslim yang besar.

Namun, ada juga masjid-masjid yang lebih kecil, Craven Arms di Shropshire, Bangor di Wales utara, Belfast, dan Maidenhead -- daerah pemilihan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Penyelenggara akan menjelaskan prinsip dasar Islam, ritual, dan pengaruh dari keyakinan dalam kehidupan sehari-hari umat.

Masjid-masjid juga akan menunjukkan kegiatan sosial yang mereka lakukan, seperti mendistribusikan makanan, serta membantu para tunawisma dan pengungsi.

Beramal atau berzakat adalah salah satu Rukun Islam. Muslim di Inggris memberikan sumbangan untuk amal senilai 100 juta pound sterling selama bulan Ramadan 2016.

Kegiatan Visit My Mosque tahun ini digelar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang warga tujuh negara -- yang mayoritas warganya adalah Muslim -- masuk ke AS.

Sementara itu di Quebec, Kanada, penembakan terjadi di sebuah masjid dan menewaskan sejumlah jemaah.

Masjid Shah Jahan, masjid pertama dan tertua di Inggris yang dibangun pada tahun 1889

Pihak juga masjid berharap, umat non-Muslim memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan solidaritas di tengah bangkitnya fobia atau prasangka terhadap Islam atau Islamophobia.

"Saat kemunduran terjadi di dunia setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan keputusan yang dianggap 'pelarangan terhadap muslim' dan penembakan massal di Kanada, Visit My Mosque adalah penangkal yang dibutuhkan di tengah atmosfer yang beracun," kata Harun Khan, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain.

Donald Trump, presiden ke-45 Amerika Serikat (Associated Press)

"Warga Inggris, Muslim dan non-Muslim, memiliki kesempatan untuk bersatu dan memperbaharui ikatan persahabatan," kata Harun Khan.

Dia menambahkan, kegiatan serupa dalam dua tahun sebelumnya disambut antusias warga Inggris.

Seorang juru bicara Leeds Grand Mosque mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan kejahatan kebencian terhadap Muslim dan Islam di Inggris.

Menurut dia, Visit My Mosque adalah kesempatan bagi warga untuk memahami Islam dari sudut pandang para pemeluknya. "Bukan hanya dari media."

Clive Gregory, uskup dari Wolverhampton mengatakan, ia akan mengunjungi dua masjid setempat akhir pekan ini.

"Dalam iklim politik saat ini, membangun jembatan bukan dinding antara masyarakat menjadi lebih mendesak untuk dilakukan daripada sebelumnya," kata dia.

Gregory menambahkan, Visit My Mosque Day adalah kesempatan yang luar biasa untuk melakukannya. "Saya mengimbau umat Kristiani untuk terlibat,  karena kita sedang berusaha untuk memperkuat hubungan dengan warga Muslim lokal."