Sukses

Dokumen Milik ISIS Bocor, 22.000 Identitas Pengikut Terkuak

Liputan6.com, Berlin - Puluhan warga negara Inggris dan Amerika Serikat ternyata berada dalam daftar pengikut ISIS, di antara 22.000 nama yang tertera dalam sebuah dokumen yang dimiliki oleh intelijen Jerman. Dalam daftar tersebut, lengkap dengan nama, nomor paspor, hingga alamat rumah di negara masing-masing.

Warga negara Inggris yang namanya tertera dalam dokumen itu sebelumnya pernah bocor ke publik dan sebagian telah tewas oleh sarangan udara AS, sementara sisanya tak diketahui nasibnya.

Setidaknya ada 16 WN Inggris dalam daftar itu, termasuk di antaranya Junaid Hussain dan Reyaad Khan. Keduanya adalah hacker atau peretas dan media propagandis yang tewas dalam serangan udara akhir tahun lalu.

 

Dokumen itu dicurigai ditemukan di perbatasan Suriah. Isinya merupakan daftar pernyataan bagaimana mereka direkrut. Ada 23 pertanyaan, termasuk nama, tempat dan tanggal lahir, kampung halaman, nomor telepon, pendidikan dan golongan darah, seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (10/3/2016).

Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, mengonfirmasi pihaknya memiliki dokumen itu.

"Penting untuk kecepatan dan kejernihan investigasi bagi mereka yang menginginkan kembali dari Suriah dan Irak," kata de Maiziere.

"Isi materi itu juga bisa membantu menjelaskan struktur organisasi terorisme itu," tambahnya lagi.

Juru bicara BKA, Polisi Federal Jerman juga mengonfirmasi bahwa pihaknya memiliki dokumen itu. Mereka kini tengah menginvestigasi keaslian dokumen itu. Namun, mereka tidak memberikan keterangan lebih lanjut, bagaimana dokumen itu bisa sampai ke tangan mereka.

Menurut media-media Jerman, dalam daftar pernyataan ditanya pengalaman berjihad dan kesiapan apakah mereka bisa menjadi bomber bunuh diri.

Dokumen itu kemungkinan besar ditemukan pada akhir 2013, karena jumlah anggota yang direkrut masih di bawah perkiraan. Ada 16 warga Inggris, 4 warga AS, 6 Kanada dan lainnya dari Prancis dan Jerman. Di tiap kertasnya ditulis dengan bahasa Arab dan dicap logo ISIS.

Kendati demikian, dinas intelijen tidak menemukan nama-nama pemain lama dalam dokumen itu.

Pihak intel Inggris mengatakan jumlah warga Inggris yang bergabung ke ISIS mencapai 700 orang.