Sukses

'Cermin Ajaib' Ini Bisa Memuji Sekaligus Meramal Cuaca

Liputan6.com, Philadelphia - Untuk hadiah Natal terbaik, pemuda asal Philadelphia ini bisa saja menjadi pemenangnya. Ia membangun 'cermin ajaib' ala dongeng Putri Salju untuk kekasihnya.

Keistimewaan cermin tersebut, selain bisa untuk berkaca, permukaan yang licin itu juga bisa 'memuji'. 

Dylan Pierce (25) membuat sendiri hadiah Natal itu untuk kekasihnya, Amy (25). Dilengkapi dengan komputer, 'cermin ajaib' ini bisa menampilkan pesan juga prakiraan cuaca.

Dylan menampilkan hasil kerjanya di forum Online Reddit, dan menuturkan kepada Daily Mail bahwa ia berencana untuk kembali mengembangkan penemuannya ini di masa mendatang.

Cermin tersebut bisa menampilkan teks di bagian bawah yang berbunyi 'kau terlihat menakjubkan hari ini', juga menampilkan tanggal, waktu, dan ramalan cuaca hari ini, menyala dari balik cermin.

Dylan sembunyi-sembunyi mengerjakan proyeknya untuk Amy. (foto: Daily Mail/Dylan Pierce)

Dylan mengaku Amy-lah yang menjadi inspirasinya untuk membuat proyek unik ini. Pembuatan perabotan untuk berhias ini melibatkan pemograman komputer dan keterampilan kayu.

Amy, yang bekerja sebagai suster NICU juga seorang hobi membuat kerajinan kayu, dan ia yang membuat Dylan menekuni kegiatan itu. Ia bahkan pernah membuat cermin lalu menjualnya, dengan berbagai macam perabotan dan dekorasi melalui situs miliknya.

Menurut Dylan, ia membangun seluruh cermin canggih ini dengan bahan-bahan senilai US$300. Termasuk materi paling penting, komputer kecil bernama Raspberry Pi, didesain khusus sebagai alat belajar pemrograman untuk pemula.

Sebelumnya, Dylan juga sering bekerja dengan komputer, namun hanya fokus pada pemrograman. Ini menjadi pertama kalinya ia memanfaatkan kemampuannya untuk proyek yang lebih besar dan rumit.

Awalnya, ia mencari tutorial untuk proyek serupa secara online, dan menirunya dengan sejumlah perubahan. Secara keseluruhan ia menghabiskan waktu 20 jam dalam jangka waktu beberapa minggu.

"Saya harus diam-diam, karena Amy pemilik dari semua peralatan yang saya gunakan untuk membuat cermin itu," tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa ia perlu memotong kaca dengan gergaji, dan ia lakukan itu saat Amy sedang bekerja.

Ia juga menulis program perangkat lunaknya sendiri, memprogram komputer sehingga bisa menunjukkan hari, tanggal, cuaca, dan ungkapan pujian yang disusunnya sendiri.

Akhirnya ketika Natal tiba, ia memberikan hadiahnya. Namun, ia mengaku perlu memaksa Amy untuk mengakui betapa menakjubkan cermin buatannya itu.

"Ia senang saya membuat cermin untuknya," ungkap Dylan. "Lalu saya memintanya menyalakannya, dan ia bertanya-tanya, 'maksudmu apa, menyalakannya?'

"Saya berharap punya foto dirinya ketika teks dari Raspberry Pi muncul di layar, ekspresinya itu membuat saya merasa semua pekerjaan terbayar ratusan kali lebih."

Amy sangat menyukai cermin hadiah kekasihnya itu. Ia langsung menggunakannya, menyalakannya ketika bersiap-siap di pagi hari.

"Cermin ini kini terpasang dengan bangga di 'stasiun tempur' meja riasnya," ungkap Dylan.

Namun, mengaku sebagai perfeksionis, Dylan merasa belum selesai menyusun cermin istimewanya. Ia mengaku masih memiliki rencana kedepan untuk pembuatan cermin, sejak ia masih perlu melakukan memperbarui perangkat.

Dalam pengembangannya, ia ingin menambahkan kode sehingga ia bisa mengirim pesan singkat dari ponselnya, dan dapat ditampilkan pada bagian bawah cermin. Menampilkan berbagai jenis pesan kapanpun ia mau.

"Tahulah, pesan-pesan seperti 'hari ini steak-nya enak, ya?'," ujar Dylan berseloroh. "Namun saya sungguh-sungguh merencanakan banyak hal."

Dylan juga menuliskan tutorial proyeknya ini di blog-nya, dan panduan pembuatan di forum Reddit.