Liputan6.com, Ankara - Dua bom kuat meledak di dekat stasiun kereta api di Ankara sekitar pukul 10.00 waktu setempat, Sabtu 10 Oktober 2015. Ledakan itu terjadi tepatnya di dekat lokasi aksi damai sebuah kelompok yang menuntut diakhirinya konflik berdarah antara separatis Kurdi, Partai Pekerja Turki (PKK), dengan tentara pemerintah.
Ledakan bom kembar ini menewaskan paling tidak 95 orang dan melukai 246 orang lainnya. Ledakan ini disebut sebagai serangan paling mematikan di Ibukota Turki dalam sejarah negara yang melewati dua benua, Asia dan Eropa itu.
Jumlah korban yang diumumkan oleh staf perdana menteri itu lebih rendah dari data lansiran oleh Turki Medical Association. Lembaga tersebut mencatat 97 orang tewas dan lebih dari 400 orang luka-luka. Sementara, staf perdana menteri mengatakan ada 48 korban dalam perawatan intensif.
Namun, belum ada keterangan soal perbedaan jumlah itu, sebut CNN.
Mayoritas korban merupakan demonstran yang menyerukan diakhirinya konflik baru antara separatis Kurdi, PKK dan pemerintah Turki.
Seperti dilansir BBC, Sabtu (10/10/2015), rekaman gambar TV memperlihatkan kepanikan dan orang-orang bergelimpangan di jalan berlumuran darah, di antara papan-papan protes mereka.
Pemerintah sedang menyelidiki kemungkinan adanya bom bunuh diri dalam serangan yang paling besar dalam sejarah Turki modern ini.
Ada sekitar 14.000 orang tengah berada di kawasan itu saat bom meledak.
"Total 97 orang telah dibunuh, 68 di antaranya meninggal tepat setelah ledakan itu, sedangkan 29 dari mereka terluka parah dan dikirim ke rumah sakit, namun mengembuskan napasnya kemudian," kata dr Huseyin Demirdezen, Kepala Dewan Turki Medical Association. (Bob/Ans)
Korban Ledakan Bom Kembar Turki Mencapai 95 Orang
Data resmi itu lebih rendah dari jumlah lansiran Turki Medical Association. Mereka mencatat ada 97 orang yang meninggal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1016726/original/090336700_1444503230-20151010-bom_ankara-turki7.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Merawat Keanekaragaman Hayati Sumatera Lewat Konservasi Tanaman Langka12 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
- Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1278260/original/005223000_1467268833-bom-turki.jpg)