Liputan6.com, Pekanbaru: Sebuah bom meledak di kawasan Pasar Pagi di Jalan Arengka, Pekanbaru, Riau, Selasa (4/4), pagi buta tadi. Ledakan tersebut dilaporkan menewaskan Ivon, 16 tahun, melukai tiga orang, dan seorang korban lainnya, yang belum ditemukan karena tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, ledakan juga menghancurkan rumah toko dan merusakkan sebuah toko yang berada di sebelahnya.
Hingga berita ini ditulis, Tim Laboratorium Forensik dan Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau tengah menyisir lokasi ledakan. Polisi juga sedang mencari pembantu rumah tangga bernama Dewi Sriyati yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Korban tewas sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Riau. Sedangkan tiga korban luka-luka masing-masing Along--pemilik ruko yang diduga menjadi sasaran bom--dan istrinya Yuliana serta anaknya Stephen dirawat Rumah Sakit Awal Bros.
Sejauh ini, Along belum bisa memberikan keterangan. Namun, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Polisi Soewadji menyatakan, polisi belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, diketahui ledakan terdengar sekitar pukul 03.30 WIB. Sejauh ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Labfor dan Jihandak Polda Riau.
Bila kasus teror bom berulang kembali, peristiwa ini mengingatkan kembali pada kejadian yang terjadi pada Desember 2001. Untunglah polisi berhasil menahan Iqbal, pembawa dua bom yang tertangkap di Gereja Pantekosta, Pangkalan Kerinci, Riau. Dia mengaku disuruh seseorang bernama Ahmad [baca: Tersangka Kasus Bom Riau Mengaku Disuruh Orang]. Bom yang dibawa itu rencananya akan diletakkan di halaman gereja pada saat ratusan jemaat mengadakan kebaktian.(TOZ/Yusril Ardanis)
Hingga berita ini ditulis, Tim Laboratorium Forensik dan Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau tengah menyisir lokasi ledakan. Polisi juga sedang mencari pembantu rumah tangga bernama Dewi Sriyati yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Korban tewas sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Riau. Sedangkan tiga korban luka-luka masing-masing Along--pemilik ruko yang diduga menjadi sasaran bom--dan istrinya Yuliana serta anaknya Stephen dirawat Rumah Sakit Awal Bros.
Sejauh ini, Along belum bisa memberikan keterangan. Namun, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Polisi Soewadji menyatakan, polisi belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, diketahui ledakan terdengar sekitar pukul 03.30 WIB. Sejauh ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Labfor dan Jihandak Polda Riau.
Bila kasus teror bom berulang kembali, peristiwa ini mengingatkan kembali pada kejadian yang terjadi pada Desember 2001. Untunglah polisi berhasil menahan Iqbal, pembawa dua bom yang tertangkap di Gereja Pantekosta, Pangkalan Kerinci, Riau. Dia mengaku disuruh seseorang bernama Ahmad [baca: Tersangka Kasus Bom Riau Mengaku Disuruh Orang]. Bom yang dibawa itu rencananya akan diletakkan di halaman gereja pada saat ratusan jemaat mengadakan kebaktian.(TOZ/Yusril Ardanis)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/414363/original/040504bBom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)