Liputan6.com, Semarang: Protes terhadap penghitungan suara manual hasil Pemilihan Umum 2004 di sejumlah daerah terus berlangsung. Di Semarang, Jawa Tengah, pembacaan hasil penghitungan suara oleh KPU setempat diwarnai protes 15 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah yang tak terpilih, baru-baru ini. Para pemrotes langsung keluar ruangan rapat saat pembacaan penghitungan suara tengah berlangsung. Aksi walk out dilakukan menyusul tak ditanggapinya protes mengenai sejumlah kecurangan yang ditemukan dalam proses pemilu.
Menurut pemrotes, kecurangan tersebut di antaranya jumlah tempat pemungutan dan perolehan suara rekapitulasi formulir D-1 yang tak sesuai dengan perolehan suara di TPS. Uniknya, para calon DPD justru dilarang mengakses data asli dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS) maupun panitia pemilihan kecamatan (PPK). Mereka juga memprotes KPU setempat yang tak berbuat apa-apa atas adanya money politics dan perpindahan perolehan suara kepada calon tertentu. Para calon anggota DPD menuntut KPU menghitung ulang hasil suara dari tingkat PPS dan memberi akses kepada mereka untuk membuka data perolehan suara ditingkat PPK, PPS, dan KPPS.
Sebaliknya, penghitungan ulang hasil perolehan suara di sejumlah kantor kecamatan di Kota Jambi hingga kini belum juga dilaksanakan. Pasalnya, petugas PPK dan saksi dari parpol justru saling debat mempermasalahkan cara penghitungan hasil perolehan suara pada formulir C-1. Para saksi parpol mengaku dirugikan dengan sistem penghitungan yang dilakukan petugas PPK. Alasannya, tak sedikit suara mereka yang hilang atau tak dapat masuk hitungan.
Menyangkut kecurangan dalam proses pemilu, Kepolisian Resor Kota Jayapura, Papua, menyita 100 kotak suara dari 24 TPS Kelurahan Tanjungria, Distrik Jayapura Utara. Penyitaan dilakukan untuk mengungkap kasus dugaan manipulasi surat suara sebanyak tujuh ribu lembar dalam pemungutan suara 5 April silam. Ke-100 kotak suara yang disita itu kini dijadikan barang bukti [baca: Di Jayapura, Manipulasi Suara Mulai Diselidiki]. Diketahui, sebagian kotak suara tersebut tak dilengkapi segel. Ada juga yang disegel, namun segelnya telah rusak. Bahkan, pada sejumlah Formulir C-1 atau rekap hasil penghitungan suara ditemukan ada bekas angka yang dihapus dan digantikan dengan angka lain.
Dalam hal ini, Kepala Polresta Jayapura Ajun Komisaris Besar Polisi Totok Kasmiarto berjanji akan mengungkap kasus ini dalam waktu sepekan. Selain kasus tersebut, Totok mengaku, pihaknya kini tengah menangani empat kasus pelanggaran pemilu lainnya. Satu di antaranya adanya TPS siluman yakni TPS 22 di Kelurahan Vim, Jayapura, yang diketahui terdapat di dua lokasi. Ini terjadi setelah KPU setempat mengirim kembali sekitar tujuh ribu lembar surat suara di TPS tersebut menyusul khawatir pemilih kehilangan hak pilihnya akibat pemungutan suaranya molor. Padahal, sebelumnya telah terkirim lembar surat suara dengan jumlah yang sama.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut pemrotes, kecurangan tersebut di antaranya jumlah tempat pemungutan dan perolehan suara rekapitulasi formulir D-1 yang tak sesuai dengan perolehan suara di TPS. Uniknya, para calon DPD justru dilarang mengakses data asli dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS) maupun panitia pemilihan kecamatan (PPK). Mereka juga memprotes KPU setempat yang tak berbuat apa-apa atas adanya money politics dan perpindahan perolehan suara kepada calon tertentu. Para calon anggota DPD menuntut KPU menghitung ulang hasil suara dari tingkat PPS dan memberi akses kepada mereka untuk membuka data perolehan suara ditingkat PPK, PPS, dan KPPS.
Sebaliknya, penghitungan ulang hasil perolehan suara di sejumlah kantor kecamatan di Kota Jambi hingga kini belum juga dilaksanakan. Pasalnya, petugas PPK dan saksi dari parpol justru saling debat mempermasalahkan cara penghitungan hasil perolehan suara pada formulir C-1. Para saksi parpol mengaku dirugikan dengan sistem penghitungan yang dilakukan petugas PPK. Alasannya, tak sedikit suara mereka yang hilang atau tak dapat masuk hitungan.
Menyangkut kecurangan dalam proses pemilu, Kepolisian Resor Kota Jayapura, Papua, menyita 100 kotak suara dari 24 TPS Kelurahan Tanjungria, Distrik Jayapura Utara. Penyitaan dilakukan untuk mengungkap kasus dugaan manipulasi surat suara sebanyak tujuh ribu lembar dalam pemungutan suara 5 April silam. Ke-100 kotak suara yang disita itu kini dijadikan barang bukti [baca: Di Jayapura, Manipulasi Suara Mulai Diselidiki]. Diketahui, sebagian kotak suara tersebut tak dilengkapi segel. Ada juga yang disegel, namun segelnya telah rusak. Bahkan, pada sejumlah Formulir C-1 atau rekap hasil penghitungan suara ditemukan ada bekas angka yang dihapus dan digantikan dengan angka lain.
Dalam hal ini, Kepala Polresta Jayapura Ajun Komisaris Besar Polisi Totok Kasmiarto berjanji akan mengungkap kasus ini dalam waktu sepekan. Selain kasus tersebut, Totok mengaku, pihaknya kini tengah menangani empat kasus pelanggaran pemilu lainnya. Satu di antaranya adanya TPS siluman yakni TPS 22 di Kelurahan Vim, Jayapura, yang diketahui terdapat di dua lokasi. Ini terjadi setelah KPU setempat mengirim kembali sekitar tujuh ribu lembar surat suara di TPS tersebut menyusul khawatir pemilih kehilangan hak pilihnya akibat pemungutan suaranya molor. Padahal, sebelumnya telah terkirim lembar surat suara dengan jumlah yang sama.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/413311/original/170404cSuara_Jateng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)