Akbar Tandjung: Pengumuman Politisi Hitam Bermuatan Politik

Ketua Partai Golkar Akbar Tandjung menilai rencana sejumlah ormas dan gerakan mahasiswa mengumumkan daftar politisi hitam, sarat muatan politik. Golkar tak akan terpengaruh.

Diterbitkan 17 Desember 2003, 11:55 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Rencana sejumlah organisasi massa dan gerakan mahasiswa mengumumkan daftar politisi hitam dinilai Partai Golkar sarat muatan politik. Namun demikian, partai berlambang beringin ini tak akan terpengaruh, sebab ada aturan hukum yang harus dihormati. Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Akbar, ormas-ormas tersebut harus memberikan batasan yang jelas mengenai yang dimaksud politisi hitam. &quotYang dimaksud politisi hitam itu apa?&quot kata Akbar. Lagipula, dia menambahkan, Indonesia negara hukum. Aturan dasar tersebut harus dihormati. Seandainya ada seseorang yang masuk daftar politisi hitam versi ormas tersebut, namun yang bersangkutan memenuhi persyaratan dasar sebagai pemimpin seperti yang tercantum dalam undang-undang, yang bersangkutan bisa melanjutkan pencalonannya sebagai pemimpin. &quotRakyat sendirilah yang akan menentukan,&quot kata Akbar.

Saat ini, berkaitan dengan Pemilu 2004, ada beberapa organisasi massa yang memang peduli dan mengajak rakyat untuk tidak mencalonkan dan memilih para politisi parpol yang selama ini jelas-jelas dikenal korup dan sama sekali tak memihak pada kepentingan rakyat. Satu di antaranya adalah Pergerakan Indonesia (PI) [baca: Sejumlah Tokoh Nasional Membentuk Pergerakan Indonesia].

Faisal Basri, salah seorang deklarator PI mengatakan, PI adalah gerakan moral untuk menegakkan demokrasi yang berpihak pada rakyat dan untuk mengkritisi politisi korup. Namun begitu, dia mengaku tak mudah menuduh seorang politisi berlaku korup. Karena itu, saat ini, PI tengah mengumpulkan data-data pendukung tentang politisi hitam.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6