Liputan6.com, Pekanbaru: Belum juga beres pengusutan kasus pengeboman di malam Natal, ledakan beruntun kembali mengguncang Pekanbaru, sejak Kamis sampai Jumat (29/12) malam. Tak ada korban jiwa dalam ledakan di sekitar Gedung Olahraga Hangtuah tersebut. Namun, tak ayal, aksi peledakan tersebut membuat warga Pekanbaru tersentak.
Kepolisian Kota Besar Pekanbaru belum dapat memastikan tingkat kemiripan bom yang baru meledak dengan bom sebelumnya. Kemiripan hanya pada proyektil dan biji besi. Satu hal pasti, bom tersebut meledak dalam waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, ledakan Kamis silam terjadi di Jalan Dahlia, Gang Horas, Kelurahan Kedung Sari. Bom meledak di garasi rumah milik Sipahutar sekitar pukul 21.30 WIB. Meski tak menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut menghancurkan satu unit mobil dan rumah tinggal.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Polri Brigadir Jenderal Saleh Saaf di Jakarta, Sabtu (30/12), Polri telah menahan lima tersangka peledakan bom di malam Natal. Tiga tersangka kini ditahan Kepolisian Daerah Jawa Barat, dua tersangka masing-masing di Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya.
Manurut Saleh, dari pemeriksaan sementara, diketahui batu batere yang digunakan untuk meledakkan bom berasal dari luar negeri. Namun, polisi belum bisa mengungkap keterlibatan orang asing atau kelompok organisasi kemasyarakatan yang dicurigai. Selain itu, Saleh juga menyatakan kemungkinan pengendali peledakan di enam provinsi digerakkan dari Bandung. Alasannya, menurut Saleh, ada kesamaan jenis bom dan modus operandi.
Sementara itu, Kepala Poltabes Medan Superintendent Badrodin Haiti menyatakan telah membuat sketsa dua wajah tersangka pengantar sebelas parsel berisi bom kepada masyarakat. Sketsa pengirim parsel kesebelas gereja tersebut diidentifikasi berkulit sawo matang dan diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Dua tersangka itu mengantarkan parsel menggunakan mobil jenis pick up berwarna putih. Polda Sumatra Utara juga telah memiliki sketsa empat tersangka yang mengirim empat parsel berisi bom ke sejumlah rumah pendeta di Pematangsiantar. Namun, sketsa tersebut belum disebarkan kepada masyarakat.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Kepolisian Kota Besar Pekanbaru belum dapat memastikan tingkat kemiripan bom yang baru meledak dengan bom sebelumnya. Kemiripan hanya pada proyektil dan biji besi. Satu hal pasti, bom tersebut meledak dalam waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, ledakan Kamis silam terjadi di Jalan Dahlia, Gang Horas, Kelurahan Kedung Sari. Bom meledak di garasi rumah milik Sipahutar sekitar pukul 21.30 WIB. Meski tak menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut menghancurkan satu unit mobil dan rumah tinggal.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Polri Brigadir Jenderal Saleh Saaf di Jakarta, Sabtu (30/12), Polri telah menahan lima tersangka peledakan bom di malam Natal. Tiga tersangka kini ditahan Kepolisian Daerah Jawa Barat, dua tersangka masing-masing di Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya.
Manurut Saleh, dari pemeriksaan sementara, diketahui batu batere yang digunakan untuk meledakkan bom berasal dari luar negeri. Namun, polisi belum bisa mengungkap keterlibatan orang asing atau kelompok organisasi kemasyarakatan yang dicurigai. Selain itu, Saleh juga menyatakan kemungkinan pengendali peledakan di enam provinsi digerakkan dari Bandung. Alasannya, menurut Saleh, ada kesamaan jenis bom dan modus operandi.
Sementara itu, Kepala Poltabes Medan Superintendent Badrodin Haiti menyatakan telah membuat sketsa dua wajah tersangka pengantar sebelas parsel berisi bom kepada masyarakat. Sketsa pengirim parsel kesebelas gereja tersebut diidentifikasi berkulit sawo matang dan diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Dua tersangka itu mengantarkan parsel menggunakan mobil jenis pick up berwarna putih. Polda Sumatra Utara juga telah memiliki sketsa empat tersangka yang mengirim empat parsel berisi bom ke sejumlah rumah pendeta di Pematangsiantar. Namun, sketsa tersebut belum disebarkan kepada masyarakat.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/345689/original/301200cBomm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)