Liputan6.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Rabu (24/8) siang, rupiah mendekati level Rp 10.200 per US$ dari posisi Rp 10.050 tiap US$. Rupiah terus tertekan karena aksi beli dolar AS terus berlanjut.
Para analis berpendapat, ketidakpercayaan pasar terhadap Bank Indonesia dalam meredam gejolak rupiah menjadi pemicu nilai tukar rupiah anjlok. Pelaku pasar juga masih mengkhawatirkan kondisi keuangan negara, terutama cadangan devisa nasional yang terus terkuras akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
Rupiah melemah berimbas pada bursa saham yang kian memburuk. Menjelang penutupan siang ini, indeks harga saham gabungan Bursa Efek Jakarta terkoreksi 27,8 poin di level seribu tiga puluh delapan koma delapan.
Tanda-tanda rupiah jeblok sudah terlihat sejak Kamis pekan silam yang ditutup 15 poin mendekati level 10 ribu per dolar AS. Senin silam, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah berjanji akan mengintervensi pasar agar rupiah tidak terlalu terperosok [baca: Rupiah Menembus 10.000 per Dolar AS].(DNP/Tim liputan 6 SCTV)
Para analis berpendapat, ketidakpercayaan pasar terhadap Bank Indonesia dalam meredam gejolak rupiah menjadi pemicu nilai tukar rupiah anjlok. Pelaku pasar juga masih mengkhawatirkan kondisi keuangan negara, terutama cadangan devisa nasional yang terus terkuras akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
Rupiah melemah berimbas pada bursa saham yang kian memburuk. Menjelang penutupan siang ini, indeks harga saham gabungan Bursa Efek Jakarta terkoreksi 27,8 poin di level seribu tiga puluh delapan koma delapan.
Tanda-tanda rupiah jeblok sudah terlihat sejak Kamis pekan silam yang ditutup 15 poin mendekati level 10 ribu per dolar AS. Senin silam, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah berjanji akan mengintervensi pasar agar rupiah tidak terlalu terperosok [baca: Rupiah Menembus 10.000 per Dolar AS].(DNP/Tim liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/444316/original/240805bRupiah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)