Teka Teki Penyakit Keluarga Iwan Siswara

Departemen Kesehatan memastikan penyakit yang diderita Iwan Siswara beserta kedua putrinya adalah infeksi yang ganas dan sangat menular. Namun, Depkes masih menunggu hasil pemeriksaan darah di Hongkong.

Diterbitkan 15 Juli 2005, 15:48 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjelaskan, pihaknya masih meneliti penyakit yang diderita Iwan Siswara Rapei (bukan Iwan Iswara Rafei seperti ditulis sebelumnya--Red.) beserta kedua putrinya. Itu dilakukan mengingat hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ada ketidakcocokan specimen tiga contoh darah yang diperiksa. Demikian diungkapkan Siti Fadilah dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Departemen Kesehatan, Jakarta Jumat (15/7) siang.

Kendati demikian, Menkes memastikan, penyakit yang diderita mereka adalah infeksi yang ganas. Bahkan, sangat menular yang cenderung pada kemungkinan flu burung. Untuk memastikannya masih menunggu hasil pemeriksaan darah yang dilakukan di Hongkong. Diperkirakan, hasil pemeriksaan baru diketahui pekan mendatang.

Saat ini, pemerintah berupaya mencegah penyebaran penyakit flu burung. Adapun daerah yang dikhawatirkan menjadi endemis adalah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Salah satu cara menangkal penyebarannya adalah dengan melakukan pengawasan.

Untuk itu, Depkes juga telah menyiapkan rumah sakit rujukan. Di antaranya, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Suroso dan Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta. Tidak hanya itu, Tim Depkes juga telah menyebarkan perangkap tikus di lingkungan rumah keluarga Iwan Siswara. Tikus yang ditangkap akan dikirim ke laboratorium di Yogyakarta untuk diperiksa contoh darahnya. Itu dilakukan guna mengetahui benar tidaknya tikus di sekitar rumah Iwan yang membawa penyakit [baca: Suasana Haru Mewarnai Tahlilan di Rumah Sabrina].

Sejauh ini, penyebab kematian Iwan Siswara--auditor Badan Pemeriksa Keuangan--dan kedua putrinya Talita dan Sabrina diduga akibat pneumonia atau infeksi paru-paru. Menurut Doktor Sardikin Giri Putro, ahli paru-paru dari RS Sulianti Suroso, Jakarta, pneumonia memiliki banyak jenis tergantung dari jenis virus penyebabnya. "Kalau disebabkan virus corona namanya SARS (sindrom pernapasan akut parah), kalau disebabkan oleh virus influenza yang sering mengenai burung namanya flu burung," tutur dia. Virus corona sendiri biasanya ditemukan pada tubuh hewan seperti musang, babi, dan ayam.

Menurut ahli paru-paru ini, gejala yang biasanya dialami oleh penderita adalah demam tinggi, nyeri otot, pusing dan sesak napas. Doktor Sardikin menjelaskan, saat ini pihaknya masih belum selesai melakukan pemeriksaan atas penyebab kematian anggota keluarga almarhum Iwan Siswara. "Itu yang sedang kita cari. Apakah SARS, flu burung, antraks atau karena kuman lama yang resisten terhadap macam-macam obat," jelas dia.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6