Doa Menjauhkan Diri dari Orang Zalim, Lengkap dengan Bacaan dari Al-Quran dan Hadist

Kumpulan doa perlindungan dari orang zalim berdasarkan Al-Quran dan hadits shahih. Temukan bacaan Arab, Latin, dan artinya untuk memohon perlindungan Allah SWT dari kezaliman.

Diperbarui 01 Agustus 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kezaliman bisa hadir dalam berbagai bentuk—ucapan yang menyakitkan, tindakan yang merugikan, hingga fitnah yang merusak nama baik. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang harus berhadapan dengan perilaku zalim dari orang lain, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan. Dalam buku Doa Menghadapi Musibah karya Arif Munandar (2007), berbagai sumber masalah yang terjadi di dunia seperti kemiskinan, penjajahan, bencana alam, pelanggaran HAM, hilangnya supremasi hukum, dan lainnya pada dasarnya berasal dari kedzaliman manusia. 

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin memberikan tuntunan bagi umatnya untuk berlindung dari kezaliman melalui doa-doa yang diajarkan para Nabi dan dicontohkan dalam Al-Qur’an maupun hadist. Doa ini bukan hanya bentuk permohonan agar dijauhkan dari orang-orang yang berniat buruk, tapi juga menjadi peneguh hati agar tidak membalas kezaliman dengan keburukan yang sama. Sebuah bentuk perlindungan batin yang menumbuhkan harapan dan kekuatan.

Artikel ini akan menyajikan rangkaian doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist, lengkap dengan bacaan Arab, latin, serta maknanya. Dilengkapi juga dengan penjelasan konteks dan waktu yang tepat untuk membacanya, agar setiap kata dalam doa dapat menjadi perisai yang menjaga jiwa dari ketidakadilan. Sebuah panduan spiritual yang menuntun agar tetap kuat dan sabar dalam menghadapi ujian hidup yang datang dari perilaku orang zalim.

Pengertian Zalim dalam Islam

Zalim dalam terminologi Islam berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melakukan perbuatan yang melampaui batas keadilan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran tentang ancaman bagi orang-orang zalim:

إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih." (QS. Asy-Syura: 42)

Ayat ini menjelaskan bahwa kezaliman terhadap sesama manusia akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim perlu memohon perlindungan dari perbuatan zalim dan orang-orang yang melakukannya.

Doa-Doa Perlindungan dari Orang Zalim dalam Al-Quran

1. Doa dari Kisah Nabi Musa AS

Ketika Nabi Musa AS melarikan diri dari kezaliman Firaun, beliau memanjatkan doa yang diabadikan dalam Al-Quran:

فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu'." (QS. Al-Qashash: 21)

Doa ini menunjukkan bahwa memohon perlindungan Allah dari orang zalim adalah sunnah para nabi. Nabi Musa AS mengucapkan doa ini dalam keadaan terdesak oleh kezaliman Firaun dan kaumnya.

2. Doa agar Tidak Ditempatkan Bersama Orang Zalim

Al-Quran juga mengajarkan doa agar tidak ditempatkan bersama orang-orang zalim:

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu'." (QS. Al-A'raf: 47)

Ayat ini menggambarkan doa ahli surga yang memohon agar tidak ditempatkan bersama orang zalim, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Doa Nabi Yunus AS

Dalam kisah Nabi Yunus AS, terdapat doa untuk memohon perlindungan dari fitnah kaum yang zalim:

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّٰلِمِيْنَ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim." (QS. Yunus: 85)

4. Doa agar Tidak Berada di Antara Orang Zalim

Al-Quran juga mencatat doa yang lebih spesifik:

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim." (QS. Al-Mu'minun: 94)

Doa Perlindungan dari Hadits Rasulullah SAW

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa-doa untuk memohon perlindungan dari orang zalim. Dalam buku "Doa dan Dzikir 3 Bahasa" karya Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthani, dijelaskan doa ketika bertemu dengan musuh yang sangat tangguh:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

"Ya Allah, aku menjadikan Engkau pada leher mereka, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka."

Doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِي، وَ أَنْتَ نَصِيرِي، بِكَ أَجُولُ وَ بِكَ أَصُولُ وَ بِكَ أُقَاتِلُ

"Ya Allah, Engkau adalah penolongku, dan Engkau adalah penolong-ku. Dengan-Mu aku bergerak, dengan-Mu aku menyerang, dan dengan-Mu aku berperang."

Doa untuk Pemimpin yang Adil

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ

"Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia." (HR. Muslim No 1828)

Adab dan Waktu Membaca Doa Perlindungan

Berdasarkan panduan dalam buku "Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian" karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, doa-doa perlindungan dapat dibaca pada berbagai waktu, terutama:

  • Setelah shalat fardhu sebagai bagian dari dzikir
  • Ketika keluar rumah dengan membaca doa keluar rumah
  • Sebelum tidur sebagai perlindungan di malam hari
  • Ketika menghadapi situasi yang mengancam
  • Sebagai bagian dari dzikir harian

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa doa keluar rumah yang mengandung perlindungan adalah:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

"Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya. Tidak ada upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah."

Hikmah Membaca Doa Perlindungan

Membaca doa perlindungan dari orang zalim memiliki beberapa hikmah penting. Pertama, doa ini menunjukkan ketergantungan total kepada Allah SWT sebagai satu-satunya pelindung sejati. Kedua, doa ini menjadi benteng spiritual yang melindungi dari berbagai macam kejahatan dan kezaliman.

Ketiga, dengan rutin membaca doa-doa ini, seorang muslim akan selalu ingat untuk menjauhi perbuatan zalim dan berusaha menjadi orang yang adil. Keempat, doa ini juga menjadi sarana untuk memohon agar Allah SWT menjauhkan kita dari lingkungan dan pergaulan yang buruk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan waktu terbaik membaca doa perlindungan dari orang zalim?

Doa perlindungan dapat dibaca kapan saja, namun waktu yang dianjurkan adalah setelah shalat fardhu, sebelum tidur, ketika keluar rumah, dan saat menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Apakah doa perlindungan harus dibaca dalam bahasa Arab?

Membaca dalam bahasa Arab lebih utama karena sesuai dengan teks asli Al-Quran dan hadits. Namun, jika belum hafal, boleh membaca terjemahannya sambil berusaha menghafal teks Arabnya.

Bisakah doa ini dibaca untuk melindungi keluarga?

Ya, doa perlindungan dapat dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Bahkan dalam beberapa doa disebutkan permohonan perlindungan untuk keluarga dan keturunan.

Apakah ada amalan lain selain doa untuk berlindung dari orang zalim?

Selain doa, Islam mengajarkan untuk menjauhi tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kezaliman, bergaul dengan orang-orang shalih, dan selalu berusaha berbuat adil dalam setiap tindakan.

Bagaimana jika kita sendiri pernah berbuat zalim?

Islam mengajarkan untuk segera bertaubat, meminta maaf kepada yang dizalimi, dan berusaha memperbaiki kesalahan. Istighfar dan taubat nasuha menjadi jalan untuk membersihkan diri dari dosa kezaliman.