Tanggal 14 Februari Hari Apa? Peringatan Penting di Hari Kasih Sayang

Tanggal 14 Februari tidak hanya identik dengan Valentine

Diperbarui 12 Juni 2025, 09:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta 14 Februari hari apa? Pada hari ini toko-toko dipenuhi dengan bunga mawar, cokelat, dan kartu ucapan bertuliskan kata-kata manis. Momen ini dikenal sebagai Hari Valentine, hari yang identik dengan cinta dan kasih sayang. Meskipun sering dikaitkan dengan pasangan kekasih, perayaan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan perhatian kepada keluarga, sahabat, bahkan diri sendiri.

Tradisi memberikan hadiah di Hari Valentine memang sudah begitu populer di masyarakat modern. Namun, tidak semua orang memahami asal-usul atau makna mendalam di balik perayaan ini. Banyak yang menganggapnya sebagai budaya impor atau momen konsumtif belaka, tanpa tahu bahwa sejarahnya jauh lebih kompleks dan beragam.

Lalu, sebenarnya 14 Februari hari apa? Bagaimana asal-usulnya hingga bisa diperingati oleh jutaan orang di seluruh dunia? Berikut ulasan Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (12/6/2025).

Sejarah dan Makna Hari Valentine

Hari Valentine dikenal luas sebagai hari untuk merayakan cinta dan kasih sayang. Biasanya, orang saling bertukar kartu ucapan, cokelat, bunga, dan hadiah lainnya. Menurut keterangan di laman britannica.com, Hari Valentine berasal dari tradisi Kristen Barat dan kini dirayakan sebagai momen khusus untuk menunjukkan cinta, tidak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja.

Valentine’s Day saat ini menjadi kebiasaan sosial yang kini dirayakan secara luas di negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Filipina, Meksiko, Korea Selatan, Prancis, dan Argentina. Di Filipina sendiri, hari ini bahkan menjadi tanggal pernikahan massal yang paling populer, menunjukkan bagaimana Hari Valentine telah melampaui batas budaya dan agama.

 

Sejarah Hari Valentine

Menurut keterangan di laman britannica.com, asal-usul Hari Valentine dapat ditelusuri hingga masa Romawi Kuno. Hari ini awalnya dikaitkan dengan festival pagan bernama Lupercalia, yang dirayakan setiap tanggal 15 Februari sebagai bentuk penghormatan kepada dewa kesuburan. Menurut laman britannica.com, pada abad ke-5, Paus Gelasius I akhirnya melarang Lupercalia dan menetapkan tanggal 14 Februari sebagai Hari St. Valentine yang berkaitan dengan kisah seorang martir bernama Santo Valentinus. Namun bukti historis tentang penggantian ini masih diperdebatkan.

Terdapat beberapa versi tentang siapa sebenarnya Santo Valentinus. Salah satu cerita paling populer menyebutkan bahwa ia adalah seorang imam di Roma pada abad ke-3 yang dihukum mati karena menikahkan pasangan secara diam-diam di tengah larangan Kaisar Claudius II terhadap pernikahan prajurit. Menurut laman Britannica, tindakan Valentinus dianggap membangkang karena kaisar percaya bahwa pria lajang lebih cocok menjadi tentara.

Hubungan Hari Valentine dengan cinta romantis baru muncul di abad ke-14. Menurut britannica.com, penyair Inggris Geoffrey Chaucer adalah orang pertama yang mengaitkan Hari Valentine dengan cinta, dalam puisinya Parlement of Foules. Di sana ia menulis bahwa 14 Februari adalah hari saat burung mencari pasangan. Dari situlah tradisi surat cinta mulai berkembang.

Tradisi-tradisi Valentine

Hari Valentine kini dirayakan dengan berbagai cara. Berikut beberapa tradisi yang populer:

Kartu Valentine

Tradisi bertukar kartu sudah ada sejak abad ke-15. Di abad ke-19, seorang perempuan Amerika bernama Esther Howland memelopori kartu valentine cetak massal. Tradisi ini masih bertahan, terutama di kalangan anak-anak sekolah dasar.

Cokelat dan Bunga

Memberi cokelat dan bunga, khususnya mawar merah, menjadi kebiasaan klasik. Cokelat dianggap simbol manisnya cinta, sementara mawar merah mewakili gairah.

Simbol Cupid dan Hati

Sosok Cupid yang membawa busur dan panah berasal dari mitologi Romawi, sebagai dewa cinta. Simbol hati juga menjadi ikon utama, meski tidak ada kaitan anatomi langsung, bentuk ini dianggap merepresentasikan emosi terdalam manusia.

Pernikahan Massal di Filipina

Di Filipina, Hari Valentine dimanfaatkan sebagai hari pernikahan massal yang digelar secara gratis. Ini menjadikannya salah satu negara yang merayakan Valentine secara unik dan meriah.

FAQ Seputar Hari Valentine

1. Apakah Hari Valentine hanya untuk pasangan kekasih?

Tidak. Meskipun identik dengan cinta romantis, Valentine juga menjadi momen untuk mengekspresikan kasih sayang kepada keluarga, sahabat, bahkan rekan kerja. Anak-anak pun sering merayakannya dengan saling bertukar kartu ucapan di sekolah.

2. Mengapa tanggal 14 Februari dipilih sebagai Hari Valentine?

Tanggal ini diyakini sebagai hari eksekusi salah satu atau lebih tokoh bernama Valentinus di abad ke-3 Masehi. Paus Gelasius I menetapkannya sebagai hari peringatan Santo Valentinus untuk menggantikan festival pagan Lupercalia.

3. Apa hadiah yang paling umum diberikan saat Valentine?

Hadiah populer meliputi bunga mawar merah, cokelat, kartu ucapan, boneka, perhiasan, dan makan malam romantis. Namun, pemberian hadiah kini semakin bervariasi dan bisa disesuaikan dengan selera penerima.

4. Apakah Valentine dirayakan di Indonesia?

Ya, meskipun bukan budaya asli Indonesia, Hari Valentine cukup populer terutama di kalangan remaja dan urban. Beberapa orang menyambutnya sebagai hari kasih sayang universal, sedangkan sebagian lainnya menolaknya dengan alasan nilai agama atau budaya.

5. Apa pandangan agama terhadap Hari Valentine?

Pandangan agama terhadap Valentine beragam. Beberapa kalangan menganggapnya sebagai budaya barat yang tidak sesuai dengan nilai lokal atau keagamaan, sementara yang lain melihatnya sebagai momen positif untuk menyebarkan kasih sayang secara umum.

 

Tradisi Perayaan Valentine di Berbagai Negara

Meskipun Hari Valentine dirayakan di banyak negara, cara perayaannya dapat bervariasi sesuai dengan budaya dan tradisi setempat. Berikut beberapa contoh unik perayaan Valentine di berbagai negara:

  • Jepang: Wanita memberikan cokelat kepada pria pada 14 Februari, sementara pria membalas pada 14 Maret (White Day)
  • Korea Selatan: Selain Valentine dan White Day, mereka juga merayakan Black Day pada 14 April untuk orang-orang yang masih lajang
  • Denmark: Orang-orang bertukar bunga snowdrop putih sebagai simbol persahabatan dan cinta
  • Wales: Merayakan Hari Santo Dwynwen, santo pelindung cinta Wales, pada 25 Januari sebagai alternatif Valentine
  • Brasil: Merayakan Dia dos Namorados (Hari Kekasih) pada 12 Juni karena 14 Februari terlalu dekat dengan Karnaval

Keragaman ini menunjukkan bagaimana konsep cinta dan kasih sayang dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan konteks budaya masing-masing.