Sukses

Teknologi Ini Bikin Belanja Online dan Offline Lebih Mudah

Liputan6.com, Jakarta Belanja online saat ini sedang digandrungi karena kemudahannya. Anda hanya membutuhkan gadget di tangan dan koneksi internet. Namun, bagi Anda yang masih mengutamakan pengalaman melihat langsung saat berbelanja juga tidak sedikit. Menggabungkan konsep ini, aplikasi belanja ini hadir untuk mendukung gaya hidup Anda.

Aplikasi ini memudahkan Anda saat belanja online maupun offline dengan membayar tanpa uang tunai. Aplikasi yang merupakan aplikasi karya anak bangsa ini yang hadir di tengah-tengah masyarakat dengan tujuan memudahkan ketika berbelanja. Cukup dengan menggunakan teknologi barcode Anda bisa mendapatkan barang favorit.

"Kita merupakan aplikasi yang bertujuan menambah pengalaman berbelanja yang lebih efisien bagi para pengguna. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menawarkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat. Akan ada banyak promo dan diskon yang juga bisa didapatkan lewat aplikasi ini," kata Stevanus Rahardja Deputy CEO YUKK saat diwawancarai Sabtu (11/8/2018).

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Belanja Online dan Belanja Offline

Konsep Yukk ini memudahkan gaya hidup masyarakat di perkotaan. Anda dapat dengan mudah mendapatkan pengalaman belanja yang efisien. Aplikasi ini juga hadir dengan tujuan membuat ekosistem Omni-Channel yang menggabungkan dunia digital dan fisik.

Teknologi lain yang diusung adalah beacon yang mendeteksi tenant dan toko yang berada di sekitar Anda. Hal ini akan memudahkan Anda, berbelanja keperluan tanpa memerlukan banyak waktu untuk mencarinya terlebih dahulu. Selain itu juga akan dikembangkan teknologi augmented reality yang akan memberikan pengalaman belanja langsung di toko melalui gadged Anda.

 

3 dari 3 halaman

Belanja Online dan Belanja Offline

"Kalau untuk wallet payment mungkin sudah banyak. Tapi kita hadir dengan teknologi beacon dan augmented reality. Dengan hal tersebut tentunya akan membuat experience pelanggan ketika berbelanja akan lebih berbeda," tambah Stevanus.

Saat ini jumlah pengguna aplikasi sudah mencapai 17 ribu dengan merchant sebanyak 170 dan lebih dari 700 outlet yang bergabung. Outlet ini terdiri dari fashion, food and beverages, dan service seperti salon dan klinik kecantikan. Dengan aplikasi ini dapat memudahkan gaya hidup Anda.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mau Hidup Lebih Berarti? Yuk, Coba Terapkan Slow Living
Artikel Selanjutnya
Pria dengan Hormon Testosteron Tinggi Gemar Belanja, Mitos atau Fakta?