Waspadai Gangguan Pendengaran, Berikut Ini Jenis dan Gejalanya

Anda sering tidak mendengar saat teman berbicara? Waspadai bisa jadi itu gejala gangguan pendengara.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 20:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gangguan pendengaran merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mendengar suara. Masalah ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, dan seringkali mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Gangguan pendengaran terjadi ketika telinga bagian dalam, saraf pendengaran, atau bagian tengah dari sistem pendengaran tidak berfungsi dengan baik. Ada tiga jenis gangguan telinga, melansir dari Cleveland Clinic, Sabtu 24 Januari 2026.

  1. Gangguan konduktif yaitu terdapat sesuatu yang menghalangi suara untuk melewati telinga luar atau telinga tengah.
  2. Gangguan sensorineural yaitu rusaknya bagian dalam telinga, sehingga bisa menyebabkan ketulian mendadak.
  3. Gangguan campuran yaitu ketika bagian tengah dan dalam telinga mengalami gangguan.

Penyebab Gangguan Pendengaran

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab misalnya, paparan suara keras secara tiba-tiba, atau bahkan faktor genetik. Penyebab yang umum terjadi adalah.

  1. Kerusakan alami seiring bertambahnya usia, sering disebut presbikusis. Biasanya terjadi ketika usia diatas 60 tahun.
  2. Suara yang sangat keras seperti musik, sound atau mesin pabrik dapat merusak sel rambut di telinga dalam.
  3. Infeksi telinga tengah atau penyakit seperti otitis media.
  4. Faktor genetik, karena beberapa orang lahir dengan gangguan pendengaran yang menyebabkan kelainan genetik.
  5. Cedera pada kepala atau telinga yang menyebabkan benturan keras gendang telinga hingga pecah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa orang kehilangan pendengaran secara bertahap. Bahkan ada yang tidak menyadari bahwa hal itu terjadi. Gejala gangguan pendengaran bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Tanda-tanda yang biasanya terjadi antara lain:

  1. Kesulitan mendengar percakapan, terutama di tempat sepi.
  2. Suara terdengar samar atau terdistorsi.
  3. Tinnitus, yaitu bunyi berdengung atau mendengung di telinga.
  4. Kesulitan mendengar suara tinggi frekuensi, seperti suara anak-anak atau burung.

Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak-Anak

  1. Gejala gangguan pada bayi sulit untuk diketahui, karena bayi tampak bisa mendengar beberapa suara tapi sebagian tidak terdengar. Gejala yang umum terjadi yaitu:
  2. Tidak mudah kaget dengan suara keras
  3. Tidak menoleh ke sumber suara bahkan setelah usia 6 bulan

Gejala untuk Anak 5 Tahun Keatas

  1. Lebih lambat belajar dan berbicara dibandingkan anak-anak lain
  2. Sering menaikkan volume pada alat elektronik
  3. Sering meminta Anda mengulangi ucapannya.

Mengalami gangguan pendengaran dapat membuat Anda frustasi, mudah tersinggung atau mudah marah. Anak-anak dengan gangguan pendengaran akan kesulitan untuk bersekolah dan bisa mendapat nilai jelek. Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT.

 

 

 

Cara Diagnosis Gangguan Pendengaran

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Tes yang umum digunakan diantaranya.

- Audiometri yaitu untuk mengukur kemampuan mendengar suara pada berbagai frekuensi.

- Tes impedansi akustik yaitu mengevaluasi fungsi telinga tengah.

- Tes otoakustik emisi (OAE) untuk memeriksa respons telinga dalam terhadap suara.

- Pemeriksaan fisik yaitu melihat kondisi telinga luar dan tengah.

Tes ini membantu menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Tingkat kehilangan pendengaran adalah seberapa keras suara harus terdengar. Menurut American Speech Language Hearing Association, tingkat kehilangan pendengaran ada normal, sedikit, sedang, keparahan sedang, dan berat.

Pengobatan 

Pengobatan tergantung pada penyebab dan jenis gangguan. pengobatan umum biasanya meliputi:

Pengobatan konduktif

  1. Obat seperti antibiotik untuk mengobati infeksi telinga.
  2. Pembersihan kotoran telinga dengan alat bantu.
  3. Operasi untuk memperbaiki gendang telinga yang pecah, atau operasi untuk mengangkat tumor.

Pengobatan Sensorineural

  1. Minum obat seperti kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan pada sel rambut koklea
  2. Penangan dengan alat bantu implan koklea.

Pengobatan campuran bisa bervariasi tergantung pada masalah spesifik yang mempengaruhi telinga luar, tengah dan dalam.

Untuk pencegahan, hindari paparan suara keras, gunakan pelindung telinga saat diperlukan, dan lakukan pemeriksaan rutin. Jika Anda mengalami gangguan pendengaran, jangan ragu mencari bantuan medis agar kesehatan telinga tetap terjaga.Â