Sukses

Tak Perlu Singkirkan Kucing Kesayangan, Ini Cara Cegah Infeksi Toksoplasmosis

Liputan6.com, Jakarta Toksoplasmosis merupakan infeksi yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada bayi termasuk gangguan pendengaran.

Menurut dr. Fikri Mirza Putranto, Sp. THT-KL dari Ruang Mendengar, toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi parasit Toksoplasma Gondil. Parasit ini paling sering ditemukan pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

Anak-anak yang terjangkit toksoplasmosis bisa saja tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sedang, jika yang terjangkit adalah ibu hamil maka ia memiliki kemungkinan 60 persen menurunkan infeksi pada bayi dalam kandungannya.

“Bayi yang terinfeksi toksoplasma dapat mengalami berbagai macam komplikasi seperti kulit berwarna kekuningan, gangguan penglihatan, penumpukan cairan di kepala sehingga kepala membesar. Bisa juga menyebabkan kepala bayi menjadi lebih kecil, kejang, dan gangguan pendengaran sejak lahir,” kata Fikri mengutip hasil tinjauannya di ruangmendengar.com, Selasa (5/10/2021).

Untuk mencegah infeksi toksoplasmosis, Fikri mengatakan bahwa ibu hamil tidak perlu menyingkirkan kucing kesayangan. Penyakit serius yang disebabkan oleh parasit ini bisa menular pada bayi saat berada dalam kandungan.  Sementara banyak orang yang berpikir keliru bahwa, merawat kucing dan membersihkan kotak kotoran mereka adalah cara utama wanita hamil terinfeksi.

2 dari 4 halaman

Cara Cegah Toksoplasmosis

Sebuah studi di Eropa menunjukkan cara mencegah penyakit yang dapat berpotensi mengganggu kehamilan seperti toksoplasmosis.

“Studi kami menunjukkan bahwa 60 persen penyakit ini dapat dicegah dengan membatasi konsumsi daging yang tidak dimasak atau setengah matang,” kata Ruth Gilbert, MD, profesor di University College dan ahli epidemiologi di Institute of Child Health di London mengutip WebMD, Selasa (5/10/2021).

“Dalam hal kesehatan masyarakat, temuan ini membantu pencegahan secara signifikan,” tambahnya.

Toksoplasmosis dapat timbul akibat memakan kista parasit yang ditemukan pada daging mentah, sayuran yang tidak dicuci, atau air yang terkontaminasi, lanjut Gilbert. 

Sekitar 1-2 persen bayi yang terinfeksi meninggal atau memiliki ketidakmampuan berkembang, serta 4-27 persen dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

3 dari 4 halaman

Saran Penanganan Daging

Ahli lain juga menyarankan untuk melakukan tindakan pencegahan toksoplasmosis dengan menangani daging yang tidak dimasak secara benar, terutama domba, sapi, dan sosis mentah.

“Setelah memotong daging mentah, cuci tangan dan talenan hingga bersih,” kata spesialis penyakit menular anak Donna Fisher, MD, asisten profesor pediatri di Tufts University di Boston.

“Kamu juga harus memasak daging sampai matang, tanpa ada yang tersisa,” sambungnya.

Di seluruh negara yang diteliti, risiko utama infeksi yaitu akibat makan daging sapi atau domba mentah atau kurang matang, mencicipi daging mentah saat memasak, bekerja dengan hewan, melakukan kontak dengan kotoran di tanah, dan bepergian ke luar negeri.

Terdapat peningkatan dua kali lipat dalam risiko infeksi toksoplasmosis pada wanita yang kontak dengan kotoran di tanah saat bekerja di peternakan. Selain itu, ada peningkatan risiko infeksi dari minum air yang tidak diolah atau mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.

“Anda dapat melakukan imunisasi untuk toxoplasma, jika Anda belum melakukan imunisasi tersebut sebelum hamil. Konsultasikan pada dokter Anda mengenai imunisasi ini,” pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas