Sukses

Ada Posyandu bagi Penyandang Disabilitas di Malang

Liputan6.com, Jakarta Desa Bedali di Kabupaten Malang telah merealisasikan program desa inklusi. Salah satunya dengan meresmikan Posyandu Disabilitas yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas pada November 2019.

Posyandu ini memberikan pelayanan kesehatan gratis, layanan fisioterapi, konseling, antar jemput dari rumah ke posyandu, hingga pemberdayaan ekonomi pasca rehabilitasi.

Menurut rilis Lingkar Sosial Indonesia (Linksos), para kader kesehatan dan orangtua anak difabel akan memperoleh pelatihan terapi. "Hal ini menjadikan beban kerja posyandu sebagai tanggungjawab bersama," tulis Linksos.

2 dari 2 halaman

Mengenal Lingkar Sosial Indonesia

Program Desa Inklusi sendiri diinisiasi oleh organisasi Lingkar Sosial Indonesia atau Linksos. Organisasi ini berdiri pada 2019 dan berbasis di Desa Bedali, Kabupaten Malang.

Linksos memiliki tiga kegiatan utama yaitu advokasi kebijakan, ekonomi, dan penyadaran masyarakat tentang disabilitas.

Advokasi kebijakan berarti mendorong implementasi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan disabilitas. Sedang, advokasi ekonomi dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok kerja wirausaha yang beranggotakan para penyandang disabilitas.

Linksos mengadakan beberapa pelatihan kewirausahaan, sosial, advokasi, ekonomi, serta pembangunan inklusif.

Kelompok kerja atau Pokja pun dibentuk guna membagikan ilmu, informasi pekerjaan, dan pengalaman. Alumni pelatihan Linksos kemudian mengembangkan Pokja di tingkat kecamatan.

Hingga kini ada 12 Pokja di Kabupaten Malang. Para alumni tersebut juga membentuk Asosiasi Pengusaha Difabel Indonesia dalam koordinasi Linksos.

Kegiatan ekonomi ini semakin meluas dengan bantuan pemerintah dan masyarakat. Contohnya meluas ke Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, Linksos mengadakan sosialisasi. Kegiatan ini digelar secara berkelanjutan dan mengajarkan pengetahuan tentang disabilitas.

Tak hanya berjalan sendiri, kegiatan ini juga dilakukan melalui saluran media dan kerjasama dalam bentuk riset dengan perguruan tinggi.

Loading
Artikel Selanjutnya
Langkah Awal Persiapkan Remaja Difabel Hadapi Masa Puber
Artikel Selanjutnya
Lingkungan Anti Bullying Perlu Diciptakan Termasuk untuk Difabel Intelektual