Sukses

Tips Merawat Tubuh Bagi Penyandang Disabilitas Tunadaksa

Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas khususnya tunadaksa yang menggunakan kursi roda tentunya menghabiskan kesehariannya dengan duduk di kursi roda. Hal ini membuat pergerakan mereka kurang aktif..

Laninka Siamiyono seorang beauty vlogger sekaligus penyandang tunadaksa memberikan beberapa kiat dalam merawat tubuh bagi disabilitas. Ia menyebutkan, hal pertama yang harus ditanamkan adalah kesadaran diri.

“Banyak teman aku yang lumpuh dari pinggang ke bawah dan mereka otomatis gak bisa merasakan luka. Akibatnya bahkan ada teman aku yang meninggal gara-gara luka kecil yang gak kerasa. Lantaran gak diobati sampai lukanya semakin membesar dan menyebabkan kematian,” kata Laninka ketika ditemui di Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020).

Di sinilah diperlukan kesadaran sendiri bagi para penyandang lumpuh yang tidak dapat merasakan luka. Menurut Laninka, mereka harus rajin-rajin memeriksa bagian tubuhnya agar jika ada luka bisa segera diobati.

2 dari 3 halaman

Menggunakan Cermin Bertongkat

Laninka memiliki teman tunadaksa yang punya cara khusus ketika hendak memeriksa bagian tubuh yang terluka. Temannya menggunakan cermin yang diikat ke sebatang tongkat untuk menjangkau bagian-bagian yang tidak terlihat contohnya di kaki bagian belakang. Dengan demikian, luka dapat terdeteksi dan dapat segera diobati.

Laninka berkisah, ia sempat melihat temannya sesama pengguna kursi roda yang kala itu sedang membawa air panas. Ketika mendorong kursi rodanya, tanpa sengaja air panas itu jatuh mengenai kakinya. Semua orang yang menyaksikan berteriak histeris namun dirinya sendiri tidak merasakan apapun. Walau rasa sakitnya tidak terasa namun dampaknya tetap ada.

Laninka sendiri adalah penyandang tunadaksa yang disebabkan autoimun rheumatoid arthritis di mana imun menyerang persendian. Walaupun kakinya tidak dapat digunakan untuk berjalan namun ia masih bisa merasakan sakit jika ada luka di tubuhnya.

3 dari 3 halaman

Lakukan Olahraga Ringan

Selain rajin memeriksa tubuh, Laninka juga menyarankan untuk melakukan olahraga ringan secara teratur. Biasanya ia melakukan peregangan tubuh dan pemanasan.

“Hampir sama sih sama orang non-disabilitas, hanya saja kalau orang non-disabilitas merasa pegal mereka akan duduk, kalau orang dengan kursi roda merasa pegal mereka biasanya rebahan.

Laninka juga menyarankan untuk meminum air putih yang cukup. Namun, untuk pemilihan makanan, Laninka mengaku tidak terlalu pilih-pilih. Hal ini tergantung pada pribadi masing-masing. Ia sendiri sering memakan apa pun yang ia suka.

Loading
Artikel Selanjutnya
Chandra Berbagi Kiat Jaga Semangat untuk Kawan Difabel
Artikel Selanjutnya
3 dari 10 Anak Disabilitas di Indonesia Tak Pernah Bersekolah