Sukses

Semangat Kakak Ajak Adik Difabel Ikut Triathlon

Liputan6.com, Jakarta Seorang anak laki-laki bernama Noah Aldrich giat mengikuti ajang olahraga triathlon. Namun, bocah berusia 11 tahun ini berbeda dengan atlet lain. Ia selalu membawa adiknya yang menyandang disabilitas dalam setiap pertandingan.

Triathlon adalah ajang olahraga dengan berbagai cabang yang biasanya diikuti oleh banyak atlet. Satu atlet tidak hanya mengikuti satu cabang olahraga. Bisa saja atlet tersebut berenang, kemudian lari, dan dilanjutkan bersepeda.

Seperti tampak pada tayangan video The Great Big Story, Noah adalah satu-satunya peserta yang terlihat mencolok. Pasalnya, ia selalu membawa serta sang adik dalam kereta khusus semacam kursi roda.

"Aku ingin melakukan ini karena Lucas tidak bisa melakukan hal-hal yang kita bisa. Dia tak dapat benar-benar melakukan olahraga, jadi ini adalah sesuatu yang bisa kita lakukan bersama," kata Noah pada The Great Big Story.

2 dari 2 halaman

Kelainan Otak Lissenchepaly

Sang adik yang bernama Lucas Aldrich memiliki kelainan otak yang langka sejak lahir. Menurut sang ibu, Alissa Aldrich, gangguan ini disebut lissenchepaly.

"Dia tidak bisa berjalan, tidak bisa berbicara, bahkan tidak bisa makan sendiri. Tapi walau demikian ia adalah anak paling ceria yang pernah kau temui," ujar Alissa.

Sejak empat tahun lalu kakak beradik ini giat mengikuti triathlon. Mereka giat berlatih bersama. Ketika Noah berlari, ia mendorong kursi roda Lucas dari belakang.

Ketika berenang, Lucas dibaringkan di balon air dan ditarik oleh Noah dengan tali yang diikatkan ke tubuh. Sama halnya dengan bersepeda, sang Kakak mengikatkan tali ke kursi roda khusus sang adik dan menariknya.

Saat pertandingan, sang adik yang tak bisa bicara biasanya mengeluarkan suara. Noah menganggapnya sebagai dorongan untuk mengayuh lebih cepat lagi.

"Hal yang dikhawatirkan adalah keselamatan Lucas. Entah menang atau kalah yang penting Lucas baik-baik saja," katanya.

Brian Aldrich, ayah dari kedua anak ini sangat mendukung kegiatan mereka. Hingga kini mereka mampu mengumpulkan banyak medali dari setiap pertandingan.

"Kami tetap mendukung mereka karena kami tak tahu kapan triathlon terakhir yang akan mereka lakukan bersama," ujarnya.

Brian dan Alissa merasa bangga dan bahagia memiliki anak-anak seperti ini. Bahkan mereka selalu menginspirasi banyak orang.

Loading
Artikel Selanjutnya
Terbuka Peluang, 2 Lowongan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Artikel Selanjutnya
Nenek 62 Tahun Sulap Kota Jadi Ramah Disabilitas dengan Ramp Lego