Saat Pasar Kripto Dilanda Ketakutan, 5 Altcoin Ini Dinilai Punya Peluang Besar

Di tengah ketakutan pasar kripto, sejumlah altcoin kecil seperti Cardano, Sui, hingga Aptos mulai dilirik investor jangka panjang.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika pasar kripto dipenuhi ketakutan, sebagian analis justru melihatnya sebagai momentum yang berpotensi membuka peluang investasi besar. Dalam sejarah pasar keuangan, periode kepanikan ekstrem kerap menjadi titik balik, termasuk di industri aset digital.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (7/5/2026), dalam kondisi sentimen negatif dan likuiditas yang menipis, altcoin dengan kapitalisasi kecil biasanya mengalami penurunan lebih tajam dibandingkan aset kripto besar seperti Bitcoin. Situasi tersebut menciptakan ketidakseimbangan harga yang sering dipantau trader maupun investor jangka panjang.

Meski volatilitas masih tinggi, sejumlah data pasar menunjukkan akumulasi selektif mulai muncul, terutama pada aset yang memiliki ekosistem pengembangan aktif dan pertumbuhan pengguna yang terus meningkat.

Berikut ini adalah lima aset altcoin yang dinilai memiliki harga rendah dan mampu menjadi kuda hitam saat pasar kripto bergairah kembali:

Cardano (ADA)

Di tengah pelemahan pasar, ADA disebut mampu mempertahankan kestabilannya dibanding banyak altcoin lain. Pengamat menilai pembaruan jaringan yang konsisten serta tingginya partisipasi staking menjadi faktor yang membantu menjaga ketahanan harga Cardano.

Walau pergerakan harga jangka pendek masih terbatas, data aktivitas blockchain menunjukkan penggunaan jaringan Cardano terus bertumbuh. Sejumlah analis menilai model pengembangan Cardano yang lebih lambat namun terstruktur dapat menarik investor yang cenderung menghindari risiko saat pasar tidak menentu.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Sui (SUI) dan Polkadot (DOT)

Selain Cardano, Sui (SUI) juga mulai menarik perhatian karena fokusnya pada skalabilitas dan efisiensi transaksi. Aktivitas pengembang dalam ekosistem Sui disebut terus meningkat meski pasar kripto masih lemah.

Peningkatan kapasitas transaksi dan munculnya aplikasi terdesentralisasi baru ikut mendorong minat terhadap proyek tersebut. Meski harga SUI masih bergerak volatil, analis menilai pertumbuhan ekosistem sering kali menjadi sinyal awal perubahan valuasi dalam jangka panjang.

Sementara itu, Polkadot (DOT) tetap mengandalkan konsep interoperabilitas antar blockchain sebagai kekuatan utamanya. Narasi tersebut dinilai masih relevan seiring bertambahnya jumlah jaringan blockchain di industri kripto.

Data menunjukkan pengembangan parachain dan pembaruan jaringan Polkadot masih terus berlangsung di tengah pasar yang berhati-hati. Menurut analis, prospek jangka panjang DOT akan sangat bergantung pada adopsi sistem blockchain yang saling terhubung.

 

Ethena (ENA) dan Aptos (APT)

Selain ketiga aset tersebut, Ethena (ENA) dan Aptos (APT) juga menjadi perhatian karena mewakili segmen baru di pasar aset digital.

ENA dikenal lewat fokusnya pada inovasi decentralized finance (DeFi), khususnya struktur aset sintetis yang masih menjadi perhatian pelaku pasar. Sementara Aptos mengembangkan infrastruktur blockchain berkecepatan tinggi dengan fokus pada peningkatan skalabilitas.

Kedua aset tersebut dinilai sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Namun analis mengingatkan bahwa proyek tahap awal umumnya memang mengalami volatilitas tinggi sebelum akhirnya memasuki fase yang lebih stabil.

Secara umum, pergerakan pasar pada lima altcoin tersebut masih menunjukkan sikap hati-hati dibanding aksi beli besar-besaran. Volume perdagangan juga masih cenderung tidak konsisten karena investor menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Meski demikian, sejumlah indikator seperti pertumbuhan dompet digital dan aktivitas pengembang menunjukkan bahwa aktivitas fundamental tetap berjalan meski harga sedang melemah.

Analis menilai pasar yang dipenuhi ketakutan sering kali mendorong penurunan harga secara berlebihan. Kondisi itu berpotensi berbalik ketika sentimen mulai membaik dan kepercayaan investor kembali pulih.