Kasus Peretasan Bitcoin Depot, Hacker Diduga Curi BTC Senilai USD 3,6 Juta

Bitcoin Depot diduga diretas, 50,9 BTC hilang, namun bukti masih terbatas dari satu sumber.

Diterbitkan 10 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar dugaan peretasan terhadap Bitcoin Depot mencuat setelah laporan menyebutkan hilangnya 50,9 Bitcoin (BTC) atau setara sekitar USD 3,665 juta atau kurang lebih Rp Rp 62,65 miliar (estimasi kurs Rp 17.070 per dolar AS).

Namun, informasi terkait insiden ini masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya terverifikasi. Laporan yang beredar saat ini hanya bersumber dari satu unggahan di kanal Telegram milik Bitcoin.com.

Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (10/4/2026), dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa terjadi akses tidak sah ke sistem internal Bitcoin Depot, yang kemudian berujung pada pencurian aset kripto.

Meski demikian, detail teknis mengenai peretasan tersebut belum diungkap secara lengkap. Tidak ada informasi terkait waktu kejadian, metode serangan, maupun bukti transaksi di jaringan blockchain.

Kondisi ini membuat laporan tersebut masih berada pada tahap awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Belum Ada Bukti Transfer

Dalam unggahan yang sama, disebutkan bahwa nilai kerugian mencapai 50,9 BTC dengan estimasi USD 3,665 juta.

Namun, sejumlah informasi penting belum tersedia, seperti alamat dompet (wallet), identitas transaksi, hingga waktu pasti terjadinya insiden.

Hal ini menjadi perhatian karena tanpa data tersebut, klaim peretasan belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh pihak ketiga.

Sejauh ini, belum ada bukti transfer di jaringan blockchain yang secara jelas mengaitkan insiden tersebut dengan Bitcoin Depot.

Beberapa platform analisis seperti CoinMetrics dan CryptoQuant memang dapat digunakan untuk memantau aktivitas jaringan Bitcoin, namun belum ditemukan data yang secara langsung mengonfirmasi insiden tersebut.

 

Catatan Transaksi Blockchain

Agar laporan ini dapat naik status menjadi terverifikasi, dibutuhkan bukti tambahan yang dapat diperiksa publik.

Beberapa di antaranya meliputi catatan transaksi blockchain, detail alamat dompet yang terlibat, serta kronologi kejadian yang jelas.

Selain itu, konfirmasi dari pihak resmi atau hasil investigasi forensik independen juga menjadi faktor penting.

Tanpa data tersebut, laporan ini masih harus dipandang sebagai klaim awal yang belum sepenuhnya terbukti.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku pasar kripto untuk tetap berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama jika belum didukung bukti kuat.