Bernstein Prediksi Bitcoin Tembus USD 150.000 pada 2026

Bernstein memprediksi bitcoin bisa mencapai USD 150.000 pada 2026 setelah melewati titik terendah.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin diperkirakan telah mencapai titik terendah (bottom) dan berpotensi kembali menguat dalam waktu ke depan. Hal ini disampaikan analis AllianceBernstein dalam laporan terbaru yang dipimpin Gautam Chhugani.

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (25/3/2026), prediksi tersebut muncul saat harga bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 71.000, setelah mengalami koreksi tajam dari level tertinggi pada akhir 2025. Meski demikian, Bernstein tetap mempertahankan target harga bitcoin di level USD 150.000 pada akhir 2026, didukung sinyal pasar dan minat institusional.

Menurut Bernstein, penurunan harga terbaru tidak disertai kegagalan sistemik seperti yang terjadi pada siklus kripto sebelumnya. Pada periode terdahulu, penurunan harga sering dipicu oleh runtuhnya bursa kripto atau platform pinjaman.

Namun kali ini, koreksi lebih dipengaruhi oleh tekanan makroekonomi dan perilaku pasar. Beberapa faktor utama meliputi ketegangan geopolitik terkait serangan AS-Israel ke Iran serta suku bunga tinggi yang masih bertahan.

Selain itu, likuidasi posisi leverage dan aksi ambil untung turut mempercepat penurunan harga. Meski begitu, Bernstein menilai kondisi ini sebagai penyesuaian sementara dalam sentimen pasar.

Bitcoin sempat turun hampir 50% dari puncaknya di Oktober 2025 sebesar USD 126.279, sebelum akhirnya pulih dari level terendah sekitar USD 62.500 pada akhir Februari.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Permintaan Institusi Tetap Kuat, Jadi Penopang Harga

Di tengah koreksi harga, permintaan dari investor institusional tercatat tetap stabil. Produk ETF bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih kumulatif lebih dari USD 56 miliar.

Sepanjang Maret 2026, arus dana masuk bahkan berlangsung selama empat pekan berturut-turut dengan total lebih dari USD 2 miliar. Total aset yang dikelola ETF bitcoin kini mencapai sekitar USD 90 miliar, setara dengan sekitar 6,4% dari total kapitalisasi pasar bitcoin.

Bernstein menilai ketahanan ini menjadi faktor penting yang menopang harga bitcoin.

Selain itu, perusahaan publik juga diketahui telah menguasai lebih dari 1 juta bitcoin atau sekitar 5,6% dari total suplai. Sementara itu, lebih dari 60% bitcoin yang beredar masih dipegang oleh investor jangka panjang.

Bernstein juga menyoroti perusahaan Strategy yang dipimpin Michael Saylor, yang saat ini memiliki sekitar 762.099 bitcoin senilai USD 53,5 miliar atau sekitar 3,6% dari total suplai.

Di sisi lain, kinerja bitcoin juga mengungguli emas dengan kenaikan sekitar 25% sejak akhir Februari, bertepatan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global.