Arus Keluar Kripto Iran Melonjak 700% Setelah Serangan AS dan Israel

Pascaserangan AS-Israel di Teheran, bursa kripto Nobitex mencatat lonjakan penarikan hingga 700%. Elliptic menyebut fenomena ini sebagai upaya pelarian modal.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa kripto terbesar di Iran mencatat lonjakan signifikan dalam penarikan aset kripto hanya beberapa menit setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Namun, pemadaman internet secara luas membatasi arus keluar lebih lanjut.

Dikutip dari Cointelegraph.com, Selasa (3/3/2026), dalam unggahan pada Senin (2/3/2026) perusahaan analitik blockchain Elliptic menyebut arus keluar kripto dari bursa Nobitex melonjak lebih dari 700% menjadi di atas USD 500.000 dalam hitungan menit setelah serangan udara pertama.

Grafik yang ditampilkan menunjukkan bahwa arus keluar bahkan mencapai hampir USD 3 juta dalam satu jam pada hari yang sama.

Elliptic menyatakan lonjakan tajam tersebut “berpotensi merepresentasikan pelarian modal dari Iran,” dengan pelacakan awal menunjukkan banyak dana dikirim ke bursa kripto asing.

“Hal ini memungkinkan dana dipindahkan ke luar Iran sambil menghindari sebagian pengawasan sistem perbankan global,” kata Elliptic.

Namun, arus keluar kripto dari Nobitex turun drastis setelah Sabtu (28/2/2026). Platform forensik kripto lainnya, TRM Labs, mengaitkan penurunan tersebut dengan kebijakan pemadaman internet ketat yang diberlakukan pemerintah Iran.

Menurut TRM, konektivitas internet Iran dilaporkan turun sekitar 99% tak lama setelah konflik pecah. TRM juga menolak kesimpulan Elliptic mengenai adanya pelarian modal dari Iran.

“Tampaknya ekosistem kripto negara tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda percepatan atau pelarian modal, melainkan mengalami penurunan baik dalam jumlah transaksi maupun volume karena rezim memberlakukan pemadaman internet yang ketat,” ujar TRM.

 

Penyebab Arus Kripto Keluar

Arus keluar kripto ini terjadi di tengah upaya AS dan Israel untuk menggulingkan rezim Iran saat ini serta menghentikan program nuklir dan rudalnya.

Namun disis lain, justru Iran membalas dengan serangan udara ke negara-negara tetangga, yang semakin memperburuk ketidakstabilan di kawasan.

Diketahui, Nobitex merupakan bursa kripto terbesar di Iran dengan pangsa sekitar 87% dari total volume transaksi kripto nasional. Pada 2025, platform ini memproses transaksi senilai sekitar USD 7,2 miliar untuk lebih dari 11 juta pengguna.

 

Jutaan Warga Iran Terdampak Runtuhnya Sistem Perbankan

Warga Iran terus mengandalkan kripto untuk menyimpan dan memindahkan dana sebagai solusi menghadapi rapuhnya sistem perbankan domestik serta sanksi luas yang dijatuhkan kepada negara tersebut.

Pada Oktober, salah satu bank swasta terbesar di Iran, Ayandeh Bank, bangkrut setelah menanggung kerugian sebesar USD 5,1 miliar dan utang hampir USD 3 miliar. Kebangkrutan ini berdampak pada lebih dari 42 juta nasabah.

Bank sentral Iran tahun lalu juga memperingatkan bahwa delapan bank lokal lainnya berisiko dibubarkan jika tidak segera melakukan reformasi. Meski menjadi alternatif, bursa kripto Iran juga tidak luput dari masalah. Nobitex mengalami peretasan senilai USD 81 juta pada Juni lalu.