Bitcoin Masuk Fase Konsolidasi, Pakar Ingatkan Investor Harus Siap-Siap

Pengamat menilai bitcoin (BTC) masih dalam fase konsolidasi di kisaran USD 67.000-USD 68.000.

Diterbitkan 22 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai Bitcoin (BTC) masih menjadi sasaran para investor. Ada kemungkinan token kripto kawakan ini menguat dalam waktu dekat, meski terdapat juga risiko pelemahan lanjutan.Pakar Digital, Anthony Leong mengatakan BTC masih dalam fase konsolidasi pada kisaran USD 67.000-68.000. Dia menilai pasar sedang berada dalam fase menunggu katalis kuat, baik dari faktor makroekonomi global maupun arus dana institusional.

"Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Investor perlu memahami bahwa pergerakan harga di area ini adalah fase penentuan arah berikutnya. Jika mampu menembus resistance kuat di atas USD 70.000, potensi penguatan lanjutan terbuka. Namun jika gagal bertahan di area support, koreksi jangka pendek bisa terjadi,” ujar Anthony pada keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Anthony menjelaskan sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga Amerika Serikat, arus dana ETF kripto, serta kondisi geopolitik, masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin. 

Menurut dia, investor ritel harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan jangka pendek, mengingat volatilitas pasar kripto yang cenderung agresif.

"Investor harus disiplin dalam manajemen risiko. Jangan hanya melihat potensi kenaikan, tetapi juga mempersiapkan skenario koreksi. Diversifikasi dan strategi bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) tetap relevan dalam kondisi pasar seperti sekarang,” kata dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Investor Perlu Cermat

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD itu menilai secara fundamental, adopsi teknologi blockchain dan peningkatan partisipasi institusi masih menjadi faktor pendukung jangka panjang bagi Bitcoin. 

Namun, ia menekankan pentingnya literasi digital dan pemahaman risiko sebelum berinvestasi. Anthony mengimbau masyarakat untuk tetap rasional dan tidak terjebak euforia maupun kepanikan pasar.

"Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi bagian dari transformasi ekosistem keuangan digital. Namun, setiap investor harus memahami profil risikonya dan tidak menggunakan dana yang tidak siap untuk fluktuasi,” tegas Anthony.